twitter
S1 Teknologi Pangan

Culinary - Patisserie - Culinology - Molecular Gastronomy.



Food Technology.

Tristar Institute - Jemursari 244 - Surabaya

Info: 081234506426 - 081233752227.

Pages

Senin, 28 Maret 2016

Implementasikan Program Link and Match - Laboratorium Tristar Institute Jadi Pilihan Siswa SMK Negeri 1 Lumajang untuk Praktik Kerja Industri

Implementasikan Program Link and Match 

Laboratorium Tristar Institute Jadi Pilihan Siswa SMK Negeri 1 Lumajang untuk Praktik Kerja Industri


LEMBAGA Pendidikan dan Pelatihan Tristar Institute Surabaya menjadi pilihan sekaligus jujukan enam siswa kelas XI jurusan Tehnik Kimia SMKN 1 Lumajang untuk Praktik Kerja Industri (Prakerin) selama enam bulan, terhitung 5 Oktober 2015 hingga 16 April 2016 mendatang.
Enam pelajar SMKN 1 Lumajang yang mengikuti Praktik Kerja Industri –dulu Praktik Kerja Lapangan (PKL)-- itu adalah Angga Saputra, Barizil Anwar, Hariyanti Susanty, Ita Yuliana (diplot di Tristar Jemursari), sedangkan Riskawati dan Dewi (diplot di Tristar Rungkut).
Menurut Angga Saputra, praktik kerja industri di Laboratorium di Tristar Institute ibarat kawah candradimuka bagi dirinya maupun rekan-rekannya karena banyak pengetahuan dan pengalaman baru yang telah direguk selama empat bulan terakhir bersama para instruktur dari Tristar Institute yang setia menjadi pembimbingnya.
Instruktur dari Tristar Institute yang sehari-hari mendampingi para pelajar praktik kerja industri di laboratorium adalah Rachma Nur D., S.TP., Ir Indah Fitriana Solichah, Lidya Nursanti AMd.Par., dan Chef Haris Suseno. Sedangkan instruktur (insidentil) lain yang juga akrab dengan pelajar tersebut antara lain Yuyun Anwar, Bondan, dan Tony.
Selama praktik kerja industri di laboratorium Tristar Institute, para pelajar itu dipercaya menjadi helper saat ada pelatihan food seperti praktik membuat bakso, nugget, frozen food, sosis, chicken food, aneka mie.
Sementara itu, untuk pelatihan non food, mereka berkesempatan menjadi helper instruktur saat mengadakan pelatihan verchroom, gold plating, anodizing, bioetanol, sablon, sabun, biodiesel dari minyak jelantah, bata ringan, dan yang lainnya.
”Begitu juga saat praktik membuat wine (anggur) dan fruit wine, kecap, nata de coco, yoghurt, abon, minuman dalam kemasan (MDK), virgin coconut oil (VCO) dan pelatihan teknologi pangan yang lainnya, kami juga dipercaya menjadi helper oleh instruktur yang memberikan kursusan,” kata Ita Yuliana bersama Angga, Anwar dan Hariyanti kepada kru www.culinarynews.info.
Ita, Angga, Anwar dan Hariyanti meluangkan waktu secara khusus untuk di-interview kru www.culinarynews.info, di sela kesibukannya membantu Ir Indah Fitriana dan Lidya Susanti melakukan ujicoba membuat keripik rasa paru dari bahan daun singkong di laboratorium uji Tristar Institute, Rabu (24/02/2016) siang.
Siswa magang itu juga mendapatkan pengalaman baru saat instruktur Tristar Institute mengadakan ujicoba membuat selai dari sisa hasil penyaringan buah nanas dan jambu biji yang sudah diblender untuk bahan baku pembuatan fruit wine. Nah ketika hasilnya sudah jadi, selai itu rasanya manis, aromanya harum sehingga tidak beda jauh dengan selai aslinya saat dioleskan ke permukaan roti tawar untuk dicicipi bersama tim penguji di laboratorium.
Selain terjun langsung saat ada pelatihan food, non food maupun teknologi pangan di laboratorium Tristar Institute, siswa kelas XI SMKN 1 Lumajang itu pada awalnya juga dibimbing untuk memahami pengetahuan tentang aneka bahan baku (bahan kimia pangan), peralatan laboratorium, perlengkapan masak, hingga cara mengoperasikan sejumlah mesin untuk industri kecil (skala rumahan) seperti blender, micer, mixer, mesin pembuat bakso, oven, dan sebagainya.
Ir Indah Fitriana, yang menjadi pembimbing siswa yang magang kerja di Tristar Institute, senantiasa melibatkan mereka dalam setiap kegiatan pelatihan maupun ujicoba di laboratorium praktik, agar mereka tahu persis bagaimana standard operation procedure (SOP)-nya.
Nah, dengan memahami SOP yang benar saat bekerja di laboratorium, maka mereka lebih mudah menyusun laporan yang ditugaskan sekolah seusai mengikuti praktik kerja industri di sini. Kami juga tidak pelit berbagi ilmu dengan anak-anak yang magang kerja di sini bahkan kami mudah transfer ilmu karena latar belakang pelajar SMK itu mengambil jurusan tehnik kimia,” terang Indah Fitriana di dampingi Lidya Nursanti.
Praktik kerja industri (Prakerin) atau yang dulu dikenal dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL) saat ini menjadi prasyarat bagi setiap siswa sekolah kejuruan (SMK) untuk lebih dekat dengan dunia kerja industri. Prakerin yang diikuti enam pelajar SMKN 1 Lumajang ini merupakan  terobosan cerdas untuk mengimplementasikan program link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
Harapan ke depannya, setelah siswa ini lulus sekolah, mereka sudah siap bekerja di industri, sekaligus menjadi tenaga kerja yang andal di bidangnya masing-masing. Pasalnya, sejak kelas XI mereka sudah dididik untuk magang kerja di industri sesuai keahlian dan ketrampilannya masing-masing. Semoga… (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar