twitter
S1 Teknologi Pangan

Culinary - Patisserie - Culinology - Molecular Gastronomy.



Food Technology.

Tristar Institute - Jemursari 244 - Surabaya

Info: 081234506426 - 081233752227.

S1 Teknologi Pangan

Kolaborasi Tristar Insitute dan Unitomo Surabaya.

Pages

Senin, 28 Maret 2016

Profil Alumni Akpar Majapahit – Mike Cornelia Asmarakusuma, Amd.Par Berawal Hobi Kuliner Pedas, Kini Sukses Berbisnis Kare Rajungan Pedas

Profil Alumni Akpar Majapahit – Mike Cornelia Asmarakusuma, Amd.Par

Berawal Hobi Kuliner Pedas,
Kini Sukses Berbisnis Kare Rajungan Pedas

Lulus dari pendidikan formal D-3 di bidang Perhotelan Akademi Pariwisata Majapahit, dan kini tengah melanjutkan pendidikan S-1 International Culinary Business (Tristar Culinary Institute Collaborating with Indonesian European University) Mike Cornelia Asmarakusuma, A.Md Par, begitu cerdas membaca peluang bisnis kuliner dengan citarasa pedas. Bukan hanya karena melihat potensi yang ada, ternyata ia memang mempunyai latar belakang pecinta kuliner pedas. Maka seakan menjalankan hobi jadi bisnis, usahanya dengan membuat masakan Kare Rajungan Pedas, yang satu ini bisa dijalankan dengan maksimal dan sepenuh hati.

Demo Pembuatan Tempe dan Nugget Tempe Disaksikan 500-an Polisi - Matoa Group Sukseskan Acara Pembekalan dan Latihan Ketrampilan Pegawai Negeri pada Polda Jatim

Demo Pembuatan Tempe dan Nugget Tempe Disaksikan 500-an Polisi  

Matoa Group Sukseskan Acara Pembekalan dan Latihan Ketrampilan Pegawai Negeri pada Polda Jatim
MATOA GROUP melalui salah satu unit usahanya yakni Divisi Teknologi Pangan Tristar Institute turut menyukseskan acara Pembekalan dan Latihan Ketrampilan Pegawai Negeri pada Polda Jatim Tahun Anggaran (TA) 2016 yang dihelat di Gedung Mahameru Mapolda Jatim selama dua hari, tanggal 23 dan 24 Maret 2016.
Pada acara tersebut Majapahit Tourism Academy (MATOA) Group  mendapat jatah satu stand berukuran 3 x3 M2 di area Gedung Mahameru. Kehadiran MATOA Group di Mapolda Jatim tidak sendiri, karena masih ada perwakilan dari sejumlah perusahaan yang diundang untuk meramaikan kegiatan tersebut.

Upaya Yayasan Eka Prasetya Mandiri Tingkatkan Kualitas Dosen - Akpar Majapahit Gandeng Stiepari, 20 Dosen dan Karyawan Diikutkan Program Pascasarjana di Semarang

Upaya Yayasan Eka Prasetya Mandiri Tingkatkan Kualitas Dosen   

 Akpar Majapahit Gandeng Stiepari, 20 Dosen dan Karyawan Diikutkan  Program Pascasarjana di Semarang
JIKA tidak ada aral melintang, Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya yang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Pariwisata (Stiepari) Semarang akan me-launching Program Pascasarjana (S2) Perhotelan dan Pariwisata awal April 2016 mendatang sekaligus menghelat kuliah perdana.
Kabar baik tersebut sebagai tindak lanjut dari kedatangan rombongan tamu sebanyak 20-an orang dari Semarang (Jawa Tengah) yang terdiri dari Pembina Yayasan Triviaca Prof Dr Dr Soetomo, W.E., M.Pd, Ketua Yayasan Dr Ir Bambang Dwiloka MS, Direktur Stiepari Semarang Reny Apriliani SE, M.Par dan beberapa unsur pimpinan dari Stiepari Semarang yang lainnya ke kampus Akpar Majapahit pada Jumat (08/01/2016) lalu.
Ketika itu, acara kunjungan kerja yang dikemas dalam bentuk studi banding itu dimanfaatkan betul oleh kedua pihak untuk menjalin kerja sama yang telah dirintis sebelumnya dalam bentuk yang lebih konkret seperti membuka Program Pascasarjana (S2).
Akpar Majapahit dan Tristar Institute –keduanya berada di bawah payung Matoa Holding-- saat ini telah membuka program studi D3 Perhotelan dan UPW, S1 International Culinary Business (bekerja sama dengan IEU Surabaya), S1 Teknologi Pangan (kerja sama dengan Unitomo Surabaya), membuka program studi D3 Perhotelan di Batu dan Bogor, dan disusul dengan rencana untuk membuka program S2 dengan menggandeng Stiepari Semarang.
Nah, terkait dengan rencana membuka Program Pascasarjana (S2), penjajakan kerja sama dengan pihak Stiepari Semarang yang dirintis pertengahan tahun lalu, kini sudah mendekati final.
 
”Oleh karena itu, kami optimistis kerjasama dengan Stiepari tak sekadar studi banding, melainkan ditingkatkan dengan membuka Program Pascasarjana berbiaya murah dengan kemasan  paket super hemat. Sedikitnya ada 20-an dosen dan karyawan yang akan kami sekolahkan S2,” terang owner Akpar Majapahit Ir Juwono Saroso MM kepada kru www.culinarynews.info, baru-baru ini.
Sebelumnya, lanjut Juwono, Akpar Majapahit  telah memberangkatkan sembilan orang dosennya untuk kuliah S2 Perhotelan dan Pariwisata di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti Jakarta dan tiga orang dosen lainnya termasuk owner Akpar Majapahit mengambil Program S2 Magister Management di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mahardhika Surabaya.
Keinginan kuat Juwono Saroso untuk meningkatkan kualitas dosen di lingkungan civitas akademika Akpar Majapahit direspons oleh Dr Ir Bambang Dwiloka, MS, Ketua Yayasan Trivicia yang mengelola Stiepari Semarang, hingga akhirnya kedua belah pihak bersepakat untuk membuka Program Pascasarjana (S2) berbiaya hemat sekitar Rp 25 jutaan perorang.
”Untuk perkuliahannya sendiri rencananya akan dihelat di Semarang. Stiepari sudah berpengalaman puluhan tahun dalam mendidik mahasiswa S1 Pariwisata dan Pascasarjana (S2). Oleh karena itu, kami juga siap mendidik dosen-dosen Akpar Majapahit yang sekarang masih bergelar S1,” terang Bambang kepada kru www.culinarynews.info disela mendampingi rombongan tamu sebanyak enam orang dari Sekolah Politeknik Harapan Kita Tegal yang berkunjung ke kampus Akpar Majapahit, Senin (21/03/2016).
Masih menurut Bambang, kerja sama Akpar Majapahit dengan Stiepari Semarang ini merupakan strategi jangka panjang dari pihak Akpar Majapahit demi meningkatkan kualitas dosen yang saat ini masih bergelar S1 untuk disekolahkan ke jenjang lebih tinggi yakni S2 Perhotelan dan Pariwisata, sedangkan asisten dosen yang masih bergelar D3 nantinya juga akan dikuliahkan S1 Pariwisata.
Kalau tidak dimulai dari sekarang kapan lagi. Sukses untuk civitas akademika Akpar Majapahit. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi Tim Marketing Akpar Majapahit Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga.  (ahn)

Jajaki Kerja Sama, Sekolah Politeknik Harapan Kita Studi Banding di Kampus Akpar Majapahit Surabaya

Triwulan I Tahun 2016 Kedatangan Tamu dari Tegal, Jawa Tengah

 Jajaki Kerja Sama, Sekolah Politeknik 
Harapan Kita Studi Banding di Kampus Akpar Majapahit Surabaya  

PADA Triwulan I Tahun 2016, Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya kedatangan tamu dari Sekolah Politeknik Harapan Kita Tegal, Provinsi Jawa Tengah.  

Tamu dari kota Tegal itu terdiri dari Ketua Yayasan Harapan Kita Khafdilah, Direktur Politeknik Harapan Kita Ir Muhammad C. Chambali, Sekretaris Erwadi, Bendahara Harsono dan dua orang staf Siti Hajar dan Sobri Sungkar.

Rombongan tamu dari Tegal itu datang ke kampus Akpar Majapahit Surabaya dengan ditemani Ketua Yayasan Trivicia –pengelola Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Pariwisata Indonesia (Stiepari) Semarang Dr Ir Bambang Dwiloka MM, Senin (21/03/2016).

Kedatangan rombongan tamu sebanyak tujuh orang dari Jawa Tengah itu disambut langsung oleh Direktur Akpar Majapahit, Ir Juwono Saroso MM dan jajaran pejabat teras Akpar Majapahit Otje Herman Wibowo SE, M.Par (Asisten Direktur II), Mafthucha Dipl Hot., SE, M.Par (Asisten Direktur III), Kaprodi D3 Perhotelan  R. Paulus Sutrisno M.Par dan Direktur Tristar Institute Andrean L. Bandono SE, MM.

Dalam kesempatan itu, Direktur Akpar Majapahit Ir Juwono Saroso MM berterima kasih atas kedatangan rombongan tamu dari Sekolah Politeknik Harapan Kita Tegal Jawa Tengah ke kampus Akpar Majapahit Surabaya.

Acara kunjungan kerja yang dikemas dalam bentuk studi banding itu dimanfaatkan betul oleh kedua pihak untuk menjajaki kerja sama dalam bentuk yang lebih konkret seperti membuka Prodi D3 Perhotelan di kota Tegal.

Akpar Majapahit dan Tristar Institute –keduanya berada di bawah payung Matoa Holding-- saat ini telah membuka program studi D3 Perhotelan dan UPW, S1 International Culinary Business (kerja sama dengan IEU Surabaya), S1 Teknologi Pangan (kerja sama dengan Unitomo Surabaya), S2 Parhotelan dan Pariwisata (kerja sama dengan Stiepari Semarang), dan buka program studi D3 Perhotelan di Bogor.

Rombongan berkesempatan melihat langsung sarana dan prasarana yang tersedia di kampus Akpar Majapahit Jemursari sekaligus berdialog dengan dosen dan mahasiswa program studi Pastry dan Culinary sedang ujian kompetensi profesi Pastry dan Culinary  di dapur masing-masing. 

Selain itu rombongan juga sempat meninjau fasilitas mini bar, lab laundry, lab bahasa asing, lab komputer, contoh kamar hotel berbintang hingga fasilitas perpustakaan. Di lantai 4 Graha Tristar, tamu dari Jawa Tengah itu disuguhi aksi ciamik mahasiswa Prodi D3 Perhotelan yang sedang praktik Food & Beverage Service (FBS) yang diasuh oleh Suhendra Hardja.

Selain itu, Kaprodi D3 Perhotelan R. Paulus Sutrisno M.Par bersama tamunya Direktur Sekolah Politeknik Harapan Kita Ir Muhammad C. Chambali melihat dari dekat contoh kamar hotel berbintang untuk simulasi praktik House Keeping bagi mahasiswa Prodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit.

Kepada kru www.culinarynews.info, Bendahara Sekolah Politeknik Harapan Kita Tegal Harsono mengatakan, kunjungan rombongan tamu dari Tegal ini untuk studi banding ke kampus Akpar Majapahit Surabaya terkait dengan rencana pihak yayasan yang mengelola Sekolah Politeknik Harapan Kita membuka Prodi D3 Perhotelan di kota Tegal, Jawa Tengah.

”Industri perhotelan dan pariwisata di Jawa Tengah khususnya kota Tegal belakangan semakin menggeliat. Untuk itu perlu suplai sumber daya manusia (SDM)  yang kompeten di industri tersebut. Karena itu, kami pun tertarik buka Prodi D3 Perhotelan dan menjajaki kerjasama dengan pihak Akpar Majapahit,” terang Harsono mendampingi Ir Muhammad C. Chambali, Direktur Politeknik Harapan Kita, kemarin.

Kunjungan tamu ke kampus Akpar Majapahit juga dimanfaatkan betul oleh Sobri Sungkar, staf bagian dokumentasi dari Politeknik Harapan Kita, untuk mengabadikan sejumlah fasilitas perkuliahan maupun laboratorium praktik mahasiswa Prodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit Surabaya.

Rombongan tamu dari Sekolah Politeknik Harapan Kita Tegal akhirnya memutuskan studi banding ke Akpar Majapahit setelah mendapat advice dari Ketua Yayasan Trivicia –pengelola Stiepari Semarang—Dr Ir Bambang Dwiloka MM untuk menimba ilmu  seputar penyelenggaraan Prodi D3 Perhotelan dengan pihak Akpar Majapahit, bukan dengan lembaga pendidikan  tinggi yang lain dari Jakarta, Denpasar atau Bandung.

”Kalau Anda ingin studi banding dengan lembaga pendidikan yang punya Prodi D3 Perhotelan, saya sarankan Anda datang ke Kampus Akpar Majapahit Surabaya. Selain punya kedekatan emosional, saya juga sudah menjalin kerja sama dengan membuka program pascasarjana (S2) Perhotelan dan Pariwisata,” tandas Bambang Dwiloka, Ketua Yayasan Trivicia kepada kru www.culinarynews.info. (ahn)

Berbagi Ilmu Food & Beverage Service dengan Mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akademi Pariwisata Majapahit

Suhendra Hardja, Dosen Food & Beverage Service

Berbagi Ilmu Food & Beverage Service dengan Mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akademi Pariwisata Majapahit
SUHENDRA Hardja, Dosen Food & Beverage Service (FBS) Akpar Majapahit kebagian porsi untuk berbagi ilmu dan pengalaman seputar sisik melik dunia FBS dengan 20 mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit, di lantai 4 kampus Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya.
Sedikitnya Suhendra Hardja yang akrab disapa Hendra ini sudah tiga kali melakukan tatap muka dengan mahasiswanya saat menjelaskan sisik melik dunia FBS hingga praktik langsung bagaimana cara menyajikan makanan dan minuman yang baik sesuai standar industri perhotelan. Tatap muka perkuliahan FBS dihelat pada  Senin (07/03/2016), Senin (14/03/2016) dan Senin (21/03/2016).

Dengan gaya mengajarnya yang khas, yakni serius tapi santai (sersan), pria bertubuh subur ini tidak pelit saat berbagi ilmu dengan mahasiswanya. Hendra dikenal punya pengalaman luas seputar dunia FBS yang pernah digelutinya saat bekerja di hotel berbintang maupun sejumlah restoran ternama, tidak disia-siakan oleh mahasiswa yang hadir pada perkuliahan dan praktik FBS di lantai 4 Gedung Graha Tristar Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Senin (21/03/2016).
Dengan telaten, dia mengajarkan mahasiswanya bagaimana seorang waiter/waitrees (pramusaji) profesional sebuah hotel atau restoran terkemuka membawa piring makanan atau cangkir minuman hanya dengan mengandalkan kepiawaian tangan yang sudah terlatih.
”Ketika praktik FBS, kemarin, saya mengajarkan bagaimana jari jemari tangan kiri dan kanan membawa dua, tiga atau empat piring makanan, kemudian mahasiswa itu saya minta untuk berjalan santai sambil mengumbar senyum kepada pelanggan yang saat itu  memesan makanan dan minuman di sebuah restoran. Awalnya Anda grogi namun kalau sudah latihan berkali-kali saya jamin Anda terbiasa dan enjoy saat melayani tamu,” terang Suhendra Hardja di hadapan mahasiswa.

13 dari 20 mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit yang kemarin mengikuti praktik FBS adalah Andreas Stefanus Sugiharto, Levin Sugiarto, Rizki Alfianto, Muhammad Suthon, Glenn Chaniago, Angela Merici Intan Kristiana Sari, Nur Sakinah Septiana, Dinda Debby Natalia, Regita Klara Kinanti, R. Nadhif Febria Yudhistira, Chorina Olga Della Suprapto, Rochim dan Zainal Faqih. Mahasiswa ini antusias mengikuti rangkaian praktik FBS dari A sampai Z  dengan bimbingan langsung dari ahlinya.

Sepak terjang Suhendra Hardja di industri perhotelan dan restoran tidak diragukan lagi eksistensinya. Tidak salah jika dosen berkaca mata ini juga dipercaya oleh owner Akpar Majapahit Ir Juwono Saroso MM untuk mengelola Naomi Café & Resto –salah satu unit usaha di bawah payung Matoa Group—yang buka di Jl Raya Tenggilis Mejoyo serta mengajar di Akpar Majapahit dan Tristar Institute (Kaliwaron dan Batu).
Secara teoretis, menurut Hendra, industri jasa makanan dan minuman di seluruh dunia saat ini telah berkembang banyak, sesuai perhitungan itu melayani lebih dari 100 juta kali makan per hari. Hal ini telah menyebar di semua lapisan kehidupan mulai dari hotel, restoran, kantin industri, kantin rumah sakit, kereta api, jasa penerbangan, semua kini menjadi bagian dari industri jasa makanan dan minuman.


Fungsi dasar dari industri ini adalah untuk melayani makanan dan minuman untuk tamu, demi memenuhi berbagai jenis kebutuhan mereka. Tujuan utamanya adalah mencapai kepuasan pelanggan. Kebutuhan pelanggan yang mungkin akan berusaha untuk memuaskannya adalah:
 

  1. Fisiologis : kebutuhan makanan khusus
  2. Ekonomi : kebutuhan untuk nilai terbaik untuk harga yang dibayarkan
  3. Sosial : suasana yang bersahabat, terus terang mengungkapkan perasaan
  4. Psikologis : kebutuhan untuk meningkatkan harga diri
  5. Kenyamanan : keinginan orang lain untuk melakukan pekerjaan. 

  1. Kebutuhan ini memainkan berbagai peran besar untuk menentukan faktor pelayanan, bertanggung jawab untuk menentukan berbagai jenis metode layanan di makanan & minuman industri jasa.

Food and Beverage Service adalah food flow (dari pembelian makanan (purchasing) untuk layanan kepada pelanggan) terutama berkaitan dengan pengiriman dan penyajian makanan untuk pelanggan, setelah selesainya produksi pangan. Kadang-kadang, melibatkan transportasi jika ada pemisahan fasilitas produksi dan pelayanan.

Oleh karena itu di dalam dunia FBS, kata SERVICE diperjelas dengan rincian sebagai berikut: 
S     = Smile to everyone (berikan senyuman kepada semua orang)
E     = Excellent in everything we do (kerjakan semuanya semaksimal mungkin dan memuaskan) 

R     = Reaching out to every guest with hospitality (jangkau dan dekati tamu dengan penuh ramah-tamah) 

V     = Viewing every guest as special (memandang dengan rasa
yang sangat penuh perhatian) 

I      = Inviting guest to return (melakukan segala sesuatu
terhadap tamu yang akan membuat tamu tersebut datang
kembali) 

C     = Creating  a warm atmosphere (selalu menciptakan suasana
yang akrab/hangat terhadap tamu) 

E     = Eye contact that shows we care (mata sesekali harus kontak
dengan pandangan tamu, sehingga tamu dapat memanggil
kita bila memerlukan sesuatu).

FBS Department adalah bagian dari hotel yang mengurus dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan pelayanan makanan dan minuman serta kebutuhan lain yang terkait, dari para tamu yang tinggal maupun yang tidak tinggal di hotel tersebut dan dikelola secara komersial serta profesional.

FBS Department merupakan departemen yang sangat mutlak diperlukan di hotel dalam penyediaan dan pelayanan makanan dan minuman dalam menjalankan tugasnya FBS Department terbagi menjadi dua bagian yang saling bergantung satu sama lain dan harus saling bekerjasama. 
Dua bagian tersebut adalah:
1. Food & Beverage bagian depan (front service)
Yaitu bagian yang langsung berhubungan dengan tamu, terdiri dari bar, restoran, banquet dan room service.

2. Food & Beverage bagian belakang (back service)
Yaitu bagian yang tidak langsung berhubungan dengan tamu karena harus melalui perantara pramusaji, terdiri dari kitchen, stewarding.

Tujuan FBS Department adalah (1). menjual makanan dan minuman sebanyak-banyaknya dengan harga yang sesuai,  (2). memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada tamu sehingga tamu merasa puas. Hal ini menyangkut mutu pelayanan mutu makanan dan minuman, sikap karyawan, dekorasi ruangan serta suasana sekitar, peralatan yang dipakai dan sanitasinya, dan (3). mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dan untuk kesinambungan usaha. (ahn)

Mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata Akpar Majapahit Kunjungi Museum Malang Tempo Doeloe, Candi Singhasari dan Candi Sumberawan

Praktik Mata Kuliah Basic Guiding dan Tour Guiding 

Mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata Akpar Majapahit Kunjungi Museum Malang Tempo Doeloe, Candi Singhasari dan Candi Sumberawan

BARU-BARU ini, 13 mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Akpar Majapahit, yang terdiri dari Daniel Endra, Maily Chandra,  Munifah Bawazier, Dwita Puspa dan Yolanda Afitsa (mahasiswa semester III) serta Anita Permatasari, Eka Yuliany, Olga Claudia, Nikita Kinanthi, Diza Faiqotus, Sarah Ferina, Adinda Anastasia dan Ryo Alexander (mahasiswa semester I) mengunjungi objek wisata di Malang.
Objek wisata yang dikunjungi rombongan mahasiswa yang dipimpin Bapak Eko, sebagai tour leader-nya antara lain city tour di Museum Malang Tempo Doeloe, Ijen Boulevard, Alun-alun Kota Malang, Toko Oen, mengunjungi situs peninggalan sejarah Candi Singhasari dan Candi Sumberawan di Singosari, Kabupaten Malang.
Eko adalah asisten Drs Gatot Harjoso, dosen Basic Guiding dan Tour Guiding Akpar Majapahit. Sesuai skenario, lima mahasiswa semester III yang praktik Tour Guiding bertindak sebagai tour guide, sedangkan delapan mahasiswa semester I yang mengikuti praktik Basic Guiding memosisikan diri menjadi turisnya.
Sebelum terjun di lapangan, peserta praktik Basic Guiding dan Tour Guiding dibekali dengan run down acara yang telah disiapkan dosen pembimbing. Dengan bekal run down itu mahasiswa bisa mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dengan sebaik-baiknya, meskipun dalam pelaksanaannya ada sedikit koreksi dari tour leader (pimpinan rombongan).
Dipilihnya objek wisata di Malang dan sekitarnya, selain karena lokasinya relatif dekat dengan Surabaya, sekitar 100 kilometer, juga banyak pelajaran yang bisa dipetik mahasiswa selama mengunjungi objek wisata tersebut sejak pagi hingga sore hari.
Setelah menempuh perjalanan darat selama dua jam dari Surabaya dengan mini bus Isuzu Elf berkapasitas 20 tempat dudul, rombongan mahasiswa UPW Akpar Majapahit tiba di Museum Malang Tempo Doeloe Jl Gajah Mada, Kidul Dalem, Balai Kota Malang sekitar pukul 10.30 WIB.

 
Lima mahasiswa semester III yang ditugaskan menjadi tour guide, menyempatkan diri mencari info kepada petugas jaga museum. Sebelumnya, mereka juga membekali diri dengan browsing internet seputar keunikan dan kelebihan Museum Malang Tempo Doeloe, Candi Singhasari dan Candi Sumberawan di Singosari Kabupaten Malang.
Nah, dengan bekal seabrek info tersebut, mahasiswa semester III yang terdiri dari Daniel, Maily, Munifah, Dwita dan Yolanda semakin percaya diri ketika memberi arahan dan penjelasan seputar keunikan dan kelebihan Museum Malang Tempo Doeloe kepada adik kelasnya yang saat itu memosisikan diri sebagai turis.
KOLEKSI MUSEUM
Kepada tamunya, seorang tour guide profesional menjelaskan bahwa sejarah Museum Malang Tempo Doeloe diresmikan pada tanggal 22 Oktober 2012. Museum yang sebagian didominasi oleh warna oranye itu memberi gambaran bahwa Malang dulunya merupakan danau atau laut purba.
Museum Malang Tempo Doeloe terletak di Jl. Gajah Mada, atau tepatnya ada di belakang Balai Kota Malang. Untuk bisa menikmati semua koleksi yang terpajang rapi di museum kebanggaan Pemkot Malang, pengunjung harus bayar dulu tiket masuk Dan asyiknya lagi, pengunjung yang ingin mengabadikan momen tak terlupakan bersama dengan berbagai koleksi di Museum Malang Tempoe Doeloe juga diperbolehkan. Oh ya, museum ini buka mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB.
Saat baru masuk ke dalam Museum Malang Tempo Doeloe,  pengunjung bisa menikmati berbagai macam koleksi yang tersimpan dengan rapi. Museum Malang Tempo Doeloe punya 20 ruangan yang mengusung konsep berbeda-beda dengan dekorasi bercitarasa modern. Pengunjung juga bisa menyaksikan pemutaran film dokudrama di ruangan kaleidoskop yang memutar sejarah kota Malang.
Keunikan yang dimiliki Museum Malang Tempo Doeloe  dimulai dari pembagian periode waktu yang disesuaikan dengan urutan sejarah dari kota Malang. Pertama, adalah jaman purbakala yang berlangsung sekitar 1,5 juta tahun yang lalu. Ada banyak sekali benda-benda purbakala yang dulu digunakan oleh manusia purba untuk bertahan hidup. Pengunjung juga bisa melihat tanduk kerbau purba dan fosil-fosil.
Kedua, pengujung museum juga bisa merasakan suasana kerajaan-kerajaan yang dulu pernah berjaya di Malang, seperti Kerajaan Singasari, Kerajaan Kediri, dan Kerajaan Kanjuruhan yang menjadi bagian dari penemuan pondasi pertama yang ditemukan oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1716.
Koleksi Museum Malang Tempo Doeloe seperti keris, buku-buku, prasasti dan patung-patung lilin dirancang se-hidup mungkin, batu bata kuno yang konon berasal dari jaman Kerajaan Majapahit, naga berkepala wanita, patung ganesha, dwarapala, arca-arca, ilustrasi gua yang menggambarkan tentang tempat bertapa Ken Arok, dan masih banyak koleksi lainnya. Setidaknya, ruangan ini memberi gambaran yang cukup jelas tentang sejarah kota Malang di masa lalu.
Untuk melihat periode ke-3 Museum Malang Tempo Doeloe, pengunjung diajak naik ke lantai 2. Di tempat ini pengunjung bisa melihat foto-foto walikota Malang yang pernah menjabat sejak jaman Belanda hingga sekarang ini. Setelah itu, pengujung diantar ke jaman revolusi yang berlangsung pada periode 1945 – 1949 yang digambarkan dalam diorama. Ada juga bagian Museum Malang Tempoe Doeloe yang khusus menyajikan gambaran pendudukan Jepang di Indonesia. Nuansanya pun Jepang banget!
Inilah jaman yang paling dekat dengan sejarah bangsa Indonesia yang disajikan oleh Museum Malang Tempo Doeloe karena di saat itulah ibu pertiwi berjuang keras untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaan. Diorama seperti penjara besi, patung Bung Karno, ilustrasi yang menggambarkan suasana rapat KNIP yang dipimpin Bung Hatta pun cukup akomodatif.
Dan yang terakhir adalah periode sekarang yang melukiskan kota Malang di masa kini. Kalau dilihat sekilas, tempat ini memang menyajikan tema jadul tapi dengan kemasan modern dan fresh sehingga pengunjung punya gambaran tentang bagaimana Kota Malang tumbuh kembang hingga sekarang. Museum yang mengusung tema New Concept Modern Live Museum  itu sukses dikembangkan pengelolanya sehingga menarik dikunjungi wisatawan.
Tak terasa keasyikan menikmati koleksi Museum Malang Tempo Doeloe ternyata waktunya sudah memasuk jam makan siang. Rombongan mahasiswa UPW Akpar Majapahit tidak perlu jalan jauh-jauh karena rumah makan yang menyajikan menu tradisional Jawa itu siap menghilangkan rasa lapar dan dahaga Anda karena lokasinya dekat dengan museum tersebut. So, makan siang (lunch) bersama saat itu betul-betul luar biasa nikmat karena menunya enak banget dan minumannya menyegarkan.
Setelah menikmati sajian makan siang, rombongan mahasiswa UPW Akpar Majapahit kembali mengikuti city tour dengan menyusuri Jl Ijen Boulevard, Alun-alun Kota Malang, melewati Toko Oen, yang kondang karena toko itu menyediakan es krim tempo doeloe yang lezat sejak dulu hingga sekarang.
CANDI SINGHASARI
Puas berkeliling kota Malang, rombongan melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi situs peninggalan sejarah Candi Singhasari di Jl Kertanegara Dukuh Krajan, Desa Candirenggo, Kec. Singosari dan Candi Sumberawan di Jl. Toyomarto Kec. Singosari Kabupaten Malang. Candi Sumberawan lokasinya enam kilometer dari Candi Singhasari yang terletak di kaki Gunung Arjuna.
Candi Singosari adalah candi Hindu – Buddha yang merupakan peninggalan bersejarah dari Kerajaan ternama yakni "Kerajaan Singhasari". Candi ini berlokasi di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, lebih kurang 11 km sebelah utara dari pusat kota Malang. Candi Singosari atau Singhasari kadang disebut pula sebagai "Candi Ken Dedes" ,Candi Singhasari merupakan makam Raja Kertanegara (1268 – 1292) sebagai Bhirawa atau dewa Syiwa dalam bentuk ganas.
Di sebelah barat candi Singhasari (kurang lebih 100 Meter) terdapat dua arca besar yang mempunyai tinggi 3,7 Meter yang disebut sebagai penjaga atau lebih dikenal dengan Arca Dwarapala dari sebuah taman yang indah dan luas pada jaman Kerajaan Singhasari, yang mungkin mencakup Sumberawan.
Tidak banyak sisa-sisa Kerajaan Singosari yang pernah berkuasa abad 13 di Jawa Timur. Hanya ada sebuah candi yang belum selesai dibangun dan dua patung raksasa yang berdiri menjaga di depan istana sebagai jejak yang tersisa dari salah satu kerajaan besar di Nusantara ini.
Candi Singosari disebut masyarakat setempat sebagai  "Candi Cungkup" awalnya sempat dinamakan juga Candi Renggo, Candi Menara, dan Candi Cella. Untuk sebutan yang terakhir karena candi ini memiliki celah sebanyak empat buah di bagian tubuh candi. Hingga kini nama yang lebih dikenal adalah Candi Singosari karena letaknya di Singosari.

Banyak yang menganggap bahwa Candi Singosari adalah makam Raja Kertanegara sebagai raja terakhir Singosari. Akan tetapi pendapat ini diragukan banyak ahli, lebih dimungkinkan Candi Singosari merupakan tempat pemujaan Dewa Siwa karena sistem mandala yang berkonsep candi Hindu dan sekaligus sebagai media pengubah dari  air biasa menjadi air suci (amerta).
Sebelum kembali ke Surabaya, rombongan mahasiswa UPW Akpar Majapahit memungkasi praktik Basic Guiding dan Tour Guiding dengan mengunjungi situs peninggalan sejarah Candi Sumberawan di Singosari.

Candi Sumberawan adalah candi bersejarah dan satu-satunya Stupa di Jatim. Candi ini terletak di kaki Gunung Arjuna pada keitnggian 650 meter di atas permukaan laut (dpl), tepatnya di Desa Toyomarto, Kec. Singosari Kabupaten Malang.

Situs ini merupakan peninggalan Kerajaan Singosari dan hanya berjarak sekitar enam kilometer dari Candi Singhasari. Sering juga disebut Candi Rawan karena terletak di tepi rawa yang mata airnya selalu mengalir sepanjang tahun.

Candi yang berada sekitar lima kilometer dari kota Malang ini terbuat dari batuan andesit dengan dimensi panjang 6,25 meter, lebar 6,25 meter dan tinggi 5,23 meter. Konon candi ini dibangun untuk menghormati Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit yang berkunjung ke daerah itu pada tahun 1359. Menariknya, Candi Sumberawan merupakan satu-satunya stupa yang ditemukan di Jatim.

Kaprodi UPW Akpar Majapahit Dewi Mariana M.Par mengatakan, usai mengikuti rangkaian praktik basic guiding dan tour guiding di Malang, mahasiswa mendapat tugas dari dosen pembimbing untuk membuat laporan perjalanan.

Nah, Anda tertarik dengan aneka kegiatan di kampus Akpar Majapahit dan ingin mendaftarkan diri sebagai mahasiswa baru di kampus tersebut, silakan menghubungi Divisi Marketing Akpar Majapahit Surabaya Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)

Dosen Akpar Majapahit Apresiasi Program ’English Day’

Dosen Akpar Majapahit Apresiasi Program ’English Day’

Drs Effendi M.Pd Ajak Mahasiswa Proaktif Berbahasa Inggris di Kampus


PROGRAM baru English Day yang dikenalkan kali pertama oleh Kaprodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit R. Paulus Sutrisno M.Par pada Selasa (09/03/2016) lalu, juga mendapat apresiasi positif dari kalangan dosen di lingkungan civitas akademika Akpar Majapahit yang berkampus di Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya.
Di antara dosen yang antusias berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan mahasiswa Prodi D3 Perhotelan antara lain Drs Effendi M.Pd (dosen English Business), Hardita M.Par (dosen Front Office), R Paulus Sutrisno M.Par (dosen House Keeping), Agus Sudarsono M.Par (dosen House Keeping), Mafthucha SE, Dipl.Hot., M.Par (dosen Service dan Etika).
Usai mengikuti perkuliahan House Keeping yang diasuh oleh R. Paulus Sutrisno M.Par. Selasa (15/03/2016), sejumlah mahasiswa D3 Perhotelan Akpar Majapahit kembali mengikuti Mata Kuliah Umum (MKU) English Business. Mata kuliah ini diasuh oleh Drs Effendi M.Pd.
Dengan gayanya mengajar yang serius tapi santai (sersan), mahasiswa langsung disapa –tentunya dengan menggunakan bahasa Inggris—saat hendak mengajarkan English Business, yang mengangkat tema equipment di hotel dan perkantoran.  
Perkuliahannya kali ini tidak masuk ruang kelas, tetapi mahasiswa diajak simulasi langsung di ruang terbuka lantai 4 dengan membentuk kelompok kecil sehingga simulasi dalam perkuliahan English Business tersebut terasa gayeng, nyaman dan menumbuhkan antusiasme belajar mahasiswa saat mereka diajak berkomunikasi bahasa Inggris dengan Drs Effendi M.Pd.
Suasana kuliah ketika itu semakin mencair setelah dosen polyglot –mempunyai kecakapan berbahasa asing lebih dari satu— ini memancing sejumlah pertanyaan dalam diskusi tersebut. Bahkan saking antusiasmenya mahasiswa yang diajak conversation oleh Drs Effendi M.Pd, ada seorang mahasiswa D3 Perhotelan yang membawa sebuah kamus lengkap demi bisa mengikuti perkuliahan tersebut.
”Dengan model perkuliahan yang disimulasikan seperti ini, saya ingin mahasiswa tidak memandang English Business sebagai momok apalagi sampai meremehkannya, sebaliknya saya ingin mahasiswa semakin fun dan enjoy saat ber-conversation dengan dosen maupun sesama mahasiswa di lingkungan kampus,” kata Effendi, dalam suatu kesempatan bersama kru www.culinarynews.info.
Masih menurut Effendi, model pembelajaran dengan membuat simulasi di luar ruang kelas, merupakan salah satu terobosan unik agar mahasiswa tidak bosan saat bertatap muka dengan dosen. Bahkan simulasi seperti ini menumbuhkan semangat baru bagi mahasiswa untuk tidak memandang mata kuliah tertentu seperti English Business ini, sebagai mata kuliah yang menjemukan, melainkan menjadi kebutuhan mahasiswa.
Seperti disampaikan Kaprodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit, R. Paulus Sutrisno M.Par, program baru English Day yang diluncurkan pekan lalu, selain mengapreasikan kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa, juga mengajak para dosen di lingkungan civitas akademika Akpar Majapahit berkomunikasi dalam bahasa Inggris pada setiap hari Selasa.
Tujuannya untuk membiasakan mahasiswa dan dosen berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu, terhitung sejak Selasa (09/03/2016), Prodi Perhotelan Akpar Majapahit meluncurkan English Day. Program baru ini berlaku efektif sejak Selasa (09/03/2016) lalu, di mana setiap mahasiswa dan dosen D3 Prodi Perhotelan wajib berkomukasi dalam bahasa Inggris baik saat perkuliahan maupun ketika jam istirahat di kelas.
Berkomunikasi dalam bahasa Inggris ini menitikberatkan pada conversation, karena  bahasa Inggris merupakan bahasa pergaulan internasional yang banyak diaplikasikan oleh industri pariwisata dan perhotelan.
”Dengan dikenalkannya program baru ini, saya berharap mahasiswa Akpar Majapahit akan terbiasa berbahasa Inggris di lingkungan kampus sehingga kebiasaan baik ini akan bermanfaat saat mahasiswa mengikuti on the job training (OJT) maupun kerja di industri,”  kata R Paulus Sutrisno, M.Par, Kaprodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit kepada kru www.culinarynews.info di ruang kerjanya.
Masih menurut Paulus, program baru English Day ini hanya berlaku tiap hari Selasa, sedangkan pada hari-hari lain mahasiswa tidak wajib berbahasa Inggris di lingkungan kampus. Khusus pada hari Selasa, mahasiswa D3 Prodi Perhotelan wajib memakai bahasa Inggris saat berkomunikasi dengan dosen maupun sesama mahasiswa di lingkungan kampus.
”Dengan melatih berbicara dengan bahasa Inggris, mahasiswa yang semula grothal grathul saat berkomunikasi dengan dosen maupun sesama mahasiswa di kelas, perlahan-lahan bisa semakin lancar conversation-nya. Tidak hanya mahasiswa, dosen pun wajib melaksanakan program baru ini dengan sebaik-baiknya,” terang Paulus Sutrisno.

Nah, Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa di kampus Akpar Majapahit dan ingin bergabung dengan civitas akademika Akpar Majapahit, silakan menghubungi Tim Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)