Selama Lima Kali Tatap
Muka, Chef Ita Supervisi Langsung Mahasiswa Pastry Art Exclusive A Class Praktik
Buat 13 Kreasi Traditional Pastry Kekinian
MAHASISWA Pastry Art Exclusive A Class Tristar Group antusias diajarkan teknik pengolahan kue tradisional (Traditional Pastry), demi membuat 13 kreasi jajanan pasar dengan tampilan kekinian nan keren oleh Dosen Pengajar Pastry Art Tristar Group Chef Ita Suhervin, di Kitchen Modern Lantai 3 Graha Tristar Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Rabu (28/01/2025) lalu.
Dari 13 macam kreasi
kue tradisional tersebut, sembilan di antaranya berasa manis (sweet taste), yakni Putri Mandi, Klepon,
Kue Ku, Pukis, Terang Bulan, Bika Ambon, Semar
Mendem, Kue Lapis dan Bolu Kukus Mekar. Sedangkan sisanya berasa asin
gurih (savoury taste), meliputi Lumpia, Panada, Pastel
dan Risoles.
"Teknik pengolahan 13 jenis
kue tradisional Indonesia ini diajarkan kepada mahasiswa Pastry Art Exclusive Class
selama lima kali pertemuan, terhitung sejak Jumat (23/01/2026) lalu hingga Senin
(02/02/2026),” terang Chef Ita Suhervin di ruang kerjanya, pekan lalu.
Selama berjibaku di cold
kitchen kampus bersama 12 mahasiswa Pastry Art Exclusive Class Tristar
Group, Chef Ita Suhervin dibantu dua asistennya, yakni Chef
Eunike Emanuel dan Chef Emma.
Materi praktik kue
tradisional hari ketiga, Rabu (28/01/2026), yang diajarkan secara individual kepada
12 mahasiswa Pastry Art Exclusive A Class yang hadir pagi itu. Demi memudahkan
pekerjaan di kitchen, mahasiswa yang hadir dibagi menjadi tiga grup kecil yakni
Grup A, B dan C, masing-masing beranggotakan empat orang.
Grup A fokus membuat Pukis
dan setiap personel grup diminta tampil individual saat membuat Pukis
seperti arahan yang diajarkan Chef Ita bersama asistennya, Begitu juga
dengan empat mahasiswa Grup B juga tampil percaya diri ketika membuat Terang
Bulan.
Tak mau kalah dengan
mahasiswa anggota Group A dan B, maka empat mahasiswa dari Grup C pun tampil
percaya diri, demi mempersembahkan kue tradisional bertajuk Bika Ambon
dengan tampilan kekinian yang keren, mewah dan berkelas.
Materi praktik traditional
pastry yang diajarkan Chef Ita Suhervin itu demi mengapresiasi
keberadaan kue tradisional warisan leluhur yang mampu bertahan hingga sekarang.
Bahkan aneka kreasi kue tradisional dengan tampilan masa kini itu mulai banyak diminati
sejumlah pengelola hotel berbintang dan restoran di Surabaya.
Menariknya lagi bahwa
keberadaan kue tradisional (jajanan pasar atau kue basahan) belakangan ini semakin
berkibar karena sejumlah hotel berbintang di Surabaya juga men-display
aneka kue tradisional ini dengan tampilan nan keren, mewah dan berkelas sebagai
pelengkap sajian dessert-nya, saat gelaran breakfast (sarapan), lunch
(makan siang) maupun diner (makan malam) bagi tamu hotel.
Pada pertemuan hari
pertama, Jumat (23/01/2026), Dosen Pengajar Pastry Art Tristar Group yang akrab
disapa Chef Ita itu menghelat baking demo demi membuat satu kreasi kue
tradisional legendaris dari Semarang, yakni Lumpia, di hadapan mahasiswa
Pastry Art Exclusive A Class Tristar Group.
Sementara itu pada tatap
muka hari kedua, Senin (26/01/2026) pagi, Chef Ita, kembali berbagi ilmu
dengan anak didiknya seputar cara membuat tiga kreasi kue tradisional yang
berbeda dari sebelumnya, yakni Putri Mandi, Klepon dan Kue Ku.
Selanjutnya pada tatap
muka hari ketiga, Rabu (28/01/2026), mahasiswa Pastry Art Exclusive A Class Tristar
Group kembali diajarkan cara membuat tiga kreasi kue tradisional yang lainnya
yakni Pukis, Terang Bulan dan Bika Ambon.
Dari 12 mahasiswa Pastry
Art Exclusive A Class yang hadir pagi itu, Grup A diminta membuat Pukis,
sedangkan Grup B ditugaskan membuat Terang BUlan. Sementara itu Grup
C giliran memdapatkan tantangan membuat Bika Ambon.
Adonan Pukis dan
Bika Ambon memanfaatkan yeast sebagai campuran bahan pengembang adonan kedua
kue tersebut, sedangkan adonan Terang Bulan memanfaatkan baking soda
sebagai pengganti (substitusi) yeast. Sebelum diproses lebih lanjut,
adonan ketiga kue tradisional itu didiamkan sekitar 30 menitan agar mengembang.
Selama praktik
tersebut, cetakan yang dipakai membuat kue tradisional itu menggunakan cetakan Pukis
anti lengket (teflon) yang dibawahnya ada tatakan agar proses pengapiannya
bisa lebih merata. Salah satu ciri kalau adonan Pukis itu berhasil seusai
dipanggang (masak) adalah tampilannya seperti sarang tawon saat kue tersebut
diiris atau dipotong melintang.
Begitu juga dengan Terang
Bulan dan Bika Ambon. Profil dari keberhasilan dalam membuat adonan
adalah tampilan sarang tawon setelah kedua kue itu matang sempurna seusai dimasak
di atas cetakan Terang Bulan lengkap dengan tutup kacanya (berdiameter
17,5 cm).
Sementara itu untuk
cetakan Bika Ambon sendiri (memanfaatkan dua jenis cetakan, yakni
cetakan tradisional dari bahan alumunium atau kuningan dan cetakan Bika
Ambon yang dilapisi bahan anti lengket (telfon). Keduanya punya
kelebihan dan kekurangan masing-masing tinggal bagaimana Anda mengatur pengapiannya
agar hasil akhirnya metang sempurna, tidak overcook atau undercook
dan tampilan kuenya sendiri menjadi semakin cantik, menarik dan keren tentunya.
Setiap individu
mahasiswa Pastry Art Exclusive A Class itu tampil all out sejak prepare
bahan hingga mem-plating dan meng-garnish sesuai passion-nya
masing-masing. Selama berjibaku di cold kitchen sekitar tiga jam, baik Chef
Ita maupun kedua asistennya bahu membahu mendampingi anak didiknya.
Sedangkan pada
pertemuan kali keempat, Jumat (30/01/2026), Chef Ita Suhervin kembali
giliran mengajarkan cara membuat tiga kreasi kue tradisional yang berbeda dari
sebelumnya, yakni Panada, Pastel dan Risoles.
Sementara itu untuk
tatap muka hari terakhir, tepatnya pada Senin (02/02/2026) pagi, mahasiswa masih
diajarkan Chef Ita membuat tiga kue tradisional lagi, yakni Semar
Mendem, Kue Lapis dan Bolu Kukus Melar, dengan tampilan masa
kini nan cantik dan menarik. Good jobs! Bro & Sis. The most incredible
…
Jika Anda tertarik
aneka kegiatan mahasiswa Pastry Art Exclusive Class dan ingin menjadi
bagian dari civitas akademika Tristar Group, silakan datang langsung ke Kampus
Tristar Group, Gedung Graha Tristar Jl
Raya Jemursari 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480823, 081 330 350 822, 0812 3375 2227 (WA) atau 0813
5786 6283 (WA), sekarang juga. (ahn)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar