twitter
S1 Teknologi Pangan

Culinary - Patisserie - Culinology - Molecular Gastronomy.



Food Technology.

Tristar Institute - Jemursari 244 - Surabaya

Info: 081234506426 - 081233752227.

S1 Teknologi Pangan

Kolaborasi Tristar Insitute dan Unitomo Surabaya.

Pages

Minggu, 25 November 2018

Raih Predikat Lulusan Terbaik Wisuda X Akpar Majapahit

Ariyana Westy Gilarsi AMd.Par

Usai  prosesi  Wisuda X Akpar Majapahit di lantai 2 Hotel Bumi Surabaya City Resort, Sabtu (17/11/2018) lalu, situasi berubah penuh suka cita. Sebanyak 150 wisudawan dan wisudawati yang sudah resmi menyandang gelar AMd.Par (Ahli Madya Pariwisata) terlihat membaur dengan sesama wisudawan dan  keluarga yang mengantar. 
Pancaran kebahagiaan terlihat jelas di wajah mereka. Satu dan lainnya saling memberi selamat,  kemudian foto bersama.  Luapan kebahagiaan dari para orangtua masing-masing  diekpresikan lewat pelukan dan ciuman. Bagi mereka, inilah momen bahagia yang luar biasa.
Satu di antara 150 wisudawan yang merasa bahagia itu adalah Ariyana Westy Gilarsi AMd.Par. Gadis cantik bertubuh langsing itu adalah lulusan terbaik Prodi Perhotelan. Dia terlihat cukup lama terbenam dalam pelukan ibunda. 
“Senang sekali. Saya bahagia. Bersyukur karena anak saya sudah menyelesaikan kuliah dengan baik. Perjuangan orangtua terbayar lunas dengan kelulusannya. Apalagi dia mendapat predikat lulusan terbaik,” ungkap Erna didampingi Suyono, orangtua  kandung Ariyana dengan nada gembira.
Dua peraih lulusan terbaik, Sari Julianti Ningrum dan Ariyana Westy Gilarsi

IKUT MENSUKSESKAN WISUDA X AKPAR MAJAPAHIT DAN KEGIATAN COOKING DEMO

Kemeriahan dan suksesnya suatu acara,
tidak lepas dari pihak lain yang ikut berpartisipasi.
Para partisipan itu, bisa disebut sponsorship.



Di balik suksesnya acara Wisuda X Akpar Majapahit di dalam Isyana BallroomHotel Bumi Surabaya, City Resort, Sabtu (17/11/2018) lalu, tidak lepas dari keikutsertaan para sponsor. Salah satunya, produk kecap manis cap Sarikan. 

“Kecap Sarikan ini adalah hasil inovasi seorang pengusaha lulusan kimia ITS (Institut Teknologi 10 November Surabaya) yang bergabung dalam Himpunan Profesional dan Pengusaha Alumni Kimia (HIPPAKIM). Selain ikut mensponsori pemilihan Miss Culinary dan Wisuda Akpar, juga menjadi sponsor seluruh kegiatancooking demo selama 6 bulan,” ungkap Direktur Akpar Majapahit, Ir Juwono Saroso MM, MM.Par.

Kecap ini merupakan kecap yang memakai bahan baku ikan tongkol. Tanpa kedelai, tidak menggunakan bahan pengawet, tanpa zat pewarna, juga tanpa menambah bahan penyedap rasa (MSG). Kecap ini langsung bisa dimakan dan tidak terasa bau amis dan anyir.
 
Direktur Akpar Majapahit, Ir. Juwono Saroso MM, MM.Par dan Ketua Yayasan Eka Prasetya Mandiri Evie Mulyasari Dewi S.Si., Apt., MM.Par

Jelly Flower Pudding dan Latte Art

Mahasiswi Tristar Culinary Institut, membimbing finalis Miss Culinary cara membuat hiasan bunga mawar
ENAM BELAS finalis Miss Culinary 2018 menjalani karantina selama dua hari di Novotel  Samator Jalan Kedungbaruk Surabaya. Hari pertama, mereka mendapat dua pembekalan. Masing-masing tentang public speaking dari dosen Fikom UK Petra Surabaya dan pengenalan dekorasi kuliner dari Tristar Culinary Institute.

Acara yang digelar Kamis (22 November 2018) di Oxsygen Room, Lt. 3 itu berlangung meriah. Mereka terlihat sangat antusias mengikuti acara demi acara. Suasana kemudian berubah menjadi riuh ketika sesi Jelly Flower Pudding Decoration dimulai. Fitri Pastry Chef Tristar Culinary Institute didampingi beberapa mahasiswa, memberi pengarahan.
Presiden Direktur Tristar Culinary Institute ikut menyaksikan para finalis

BELAJAR PUDDING ART DI KAMPUS MANYAR KERTOARJO

"Bikin mawar ternyata sulit" 

Sukses acara Jelly Flower Pudding Decoration dan Latte Art, Kamis (22/11) di Oxigen Room Lt.3, Novotel Samator Surabaya, menarik minat para finalis Miss Culinary 2018 untuk belajar kuliner di Tristar Culinary Institute (TCI).

Menyikapi keinginan spontan yang disampaikan para finalis tersebut, Presiden Direktur TCI, Ir. Juwono Sarono, MM. MM.Par langsung merespon.

"Kami juga berharap kebersamaan ini tidak sampai di sini saja. Setelah selesai pemilihan Miss Culinary ini, para finalis dan juga peserta lainnya yg tidak masuk final hisa berlanjut. Kami welcome jika ingin mengikuti kursus culiner di Tristsr," ungkap pria yang akrab disapa Pak Yu itu.


Siap mengikuti kelas khusus 

Belajar Jelly Art Pudding Teknik Suntik

Seru!!! Para finalis Miss Culinary 2018 saat belajar menghias puding 
TRISTAR Culinary Institute kembali membuat para finalis Miss Culinary 2018 terperangah. Jika pada hari Pertama karantina di Novotel The Samator Surabaya diperkenalkan teknik Jelly Flower Pudding Decoration, hari kedua Jumat (23/11) di Oxygen Room lantai 3, diajari teknik dekorasi puding dengan menggunakan jarum suntik.

Inovasi puding dengan teknik jarum suntik pertama kali ditemukan di Meksiko dengan sebutan Gelatine Art, karena menggunakan bahan gelatin dalam pembuatannya. Tetapi di Indonesia lebih menyukai bahan jelly sehingga lebih dikenal dengan sebutan Jelly Art Pudding.
Serius! Walau hasilnya tidak sempurna, mereka berusaha menyelesaikannya 

BORONG 8 MEDALI DI AJANG LA CUISINE COMPETITION, SIAL INTERFOOD 2018

Mahasiswa Tristar  Institute BSD berhasil memborong gelar juara pada LA CUISINE Competition, SIAL InterFOOD 2018 yang dilaksanakan di arena JIExpo Kemayoran, dari tanggal 21 sampai 24 November 2018.
 
Para mahasiswa Tristar Culinary BSD foto bersama sebelum mengikuti lomba
Keberhasilan meraih predikat juara pada kompetisi bergengsi ini,  merupakan salah satu bukti bahwa lembaga pendidikan khusus kuliner dan perhotelan ini  memiliki kredibelitas yang patut dibanggakan.  Mahasiswa dan lulusan dari Tristar Culinary Institute yang berpusat di Surabaya itu  bukan saja menasional, tetapi sudah bertaraf internasional.

La Cuisine Competition berkolaborasi dengan Worlds Chef dan Associations of culinary Proffesionals (ACP).  Karena itulah, mereka yang berhasil meraih juara, dipastikan memiliki kemampuan lebih karena para juri terdiri dari  chef yang lama malang melintang di jagat kuliner dan menduduki posisi penting di perusahaan perhotelan dan restoran ternama.

Perlu dicatat bahwa  pameran kuliner ini bukan kelas lokal atau nasional. Tetapi bertaraf internasional. Pada acara serupa tahun lalu, sukses mengumpulkan lebih dari 900 peserta dari 33 negara.  Tahun ini,  meningkat  menjadi 1.000 peserta dari 35 negara.

Thasya Graselia Engkeng bersama salah seorang dewan juri

PERAIH MEDALI DI “LA CUISINE COMPETITION, SIAL INTERFOOD 2018”

Stefani Angelia Susanto dan Tiffany, dua mahasiswi  Tristar Culinary BSD Serpong. Jawa Barat yang berhasil menyabet  medali dalam  lomba tingkat nasional di La Cuisine Competition, SIAL InterFOOD 2018 di Jakarta, 21 – 24 November baru lalu.
Seperti apa pengalaman mereka?
Ikuti testimoni mereka yang disajikan dengan gaya bertutur berikut ini:
Stefani Angelia Susanto

 Stefani Angelia Susanto:

“Ini Pengalaman Yang Luar Biasa” 

Ketika saya melihat di Mading ada pengumuman lomba di SIAL InterFOOD, langsung tumbuh minat untuk ikut. Jarang-jarang ada lomba kuliner. Apalagi saya tahu ajang lombanya cukup bergengsi di arena pameran berskala internasional. 

Saya langsung bilang sama Ibu Ira,  salah satu dosen  di kampus Tristar.  Saya bilang, Bu, saya mau  ikut lomba kategori Christmas Cookies. Kebetulan belum ada mahasiswa yang memilih tema tersebut.  

Eh ternyata Bu Ira mendukung sekaligus bersedia menjadi pembimbing.  Saya benar-benar tekun mempersiapkan diri. Jujur ya, dalam hati saya terobsesi bisa jadi juaranya. Kalau gak ada rasa ingin juara, buat apa ikut lomba.  Ya kan?
Christmas Cookies, raih medali Gold Award

Himpunan Pengusaha dan Profesional Alumni Kimia (HIPPAKIM) ITS Gelar Musker I di Gedung Rektorat ITS



HimpunanPengusaha dan Profesional Alumni Kimia (HIPPAKIM) Institut Teknologi 10 November Surabaya ITS,menggelar Musyawarah Kerja (Musker) I di Gedung Rektorat ITSMinggu (11/11).  Musker perdana itu dihadiri 200-an orang, yang terdiri dari alumni Departemen Kimia ITS yang sukses menjadi pengusaha dan professionaldosen dan pihak panitia.

Tristar Culinary Intitute Kerjasama dengan Yunnan Galaxy Vocational Training School


SURABAYA - Tristar Culinary Institute Surabaya semakin melebarkan sayapnya. Kali ini, kolaborasi dilakukan bersama Yunnan Galaxy Vocational Training School, satu diantara sekolah kuliner di Kota Kunming Provinsi Yunnan China. Satu diantara hasil kerja sama ini adalah pertukaran pelajar.
Keseriusan ini terbukti Jum’at (15/11), delegasi dari Yunnan Galaxy Vocational Training School berkunjung ke Tristar Culinary Institute di Jalan Jemursari Surabaya. Kunjungan diwakili 4 orang.  Diantaranya Wang Hui Ling selaku kepala sekolah, Tang Hai Jie chef, Han Luo Cheng staf dan Ge Lei asisten kepala sekolah. Kedatangan mereka disambut Juwono Saroso Presider Tristar Group, Andrean Leonardus Bandoro dosen dan dan Yudha chef.

Menurut Wang Hui Ling, kedatangan kali ini dilakukan untuk menindaklanjuti kunjungan Tristar Culinary Institute ke sekolahnya, dua bulan lalu. Kampusnya merespon serius dan positif, untuk melakukan kunjungan balik. Selama sehari, wakil dari Tristar mengenalkan kuliner lokal Indonesia. Seperti klepon, putri mandi, onde-onde dan kue mangkuk. Kuliner ini disajikan langsung Otje chef, dihadapan delegasi. Tidak hanya itu, hibachi chef juga menyajikan makanan berat. Seperti chicken teriyaki dan nasi goreng ikan tuna.  



Gie Cinta Ajarkan Koreografi Finalis Miss Culinary 2018




SURABAYA - Jelang malam puncak Miss Culinary 2018, karantina hari kedua sekaligus hari terakhir, Jum’at (23/11) diisi dengan kelas koreografi. Kelas tarian ini berlangsung seru, di loby Sky Suite Samator Jalan Kedungbaruk Surabaya.

Dipandu Gie Cinta koreografer, para finalis mendapatkan arahan tarian pembuka dalam malam puncak. Dengan iringan lagu instrumen vintage yang ngebeat, finalis berjalan sambil berlenggok diatas catwalk. Ada juga gerakan pose, dan jalan menyilang bergantian.

Koreografi menjadi hal penting dalam penampilan malam puncak. Terlihat diantara finalis ada yang terlihat menguasai tarian. Meski diantara mereka ada yang belum terbiasa melakukan gerakan seperti yang ditunjukkan Cinta.

Jennifer Goldie finalis mengaku penyesuaian diri dalam latihan tari adalah blocking. Menurutnya, dalam satu panggung melibatkan 16 finalis, diakui cukup rumit. Goldie mendapatkan kesempatan kedua dalam latihan, karena Cinta membagi kelas koreo terbagi dengan 8 orang.