SEBANYAK 10 orang mahasiswa Pastry Art Exclusive B Class Tristar Jemursari (member of Tristar Group) tampil percaya diri ketika mengikuti materi praktik Skill Training with Chef Daniel demi membuat tiga kreasi Macarons bertajuk Assorted Macarons nan keren dan berkelas sesuai standar industri perhotelan.
Selama praktik skill training, mahasiswa dibimbing
langsung oleh Dosen Pengajar Pastry Art Tristar Group Chef Daniel
Pradipta, bersama dua asistennya, Chef Eunike Emanuel dan Chef Emma, di Kitchen Modern Lantai 3 Graha Tristar Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Rabu (01/04/2026)
lalu.
Pada pertemuan pagi itu, 10 mahasiswa Pastry Art Exclusive
B Class dibagi menjadi tiga tim. Setiap tim beranggotakan 3-4 mahasiswa. Oleh
Chef Daniel, setiap individu mahasiswa mendapat tantangan membuat satu
kreasi Macarons kekinian, sesuai metode pembuatannya.
Sebelum berjibaku di cold kitchen kampus, Chef
Daniel memberikan penjelasan secara singkat bagaimana cara membuat tiga
kreasi Macarons, berdasarkan tiga metode pembuatannya, yakni Italian
Meringue (round shape warna green matcha), Swiss
Meringue (love shape warna pink) dan French Meringue (bear
shape warna chocolate).
Secara umum bahan utama untuk membuat Macarons adalah
almond powder, icing sugar, cocoa powder dan salt lalu di-blend hingga MAT
dan kemudian shift. Untuk metode Italian Meringue, sugar dan
water-nya di-boil pada suhu 110*C, egg white dan cream of tartar diproses
menjadi meringue hingga suhunya turun menjadi 45*C. Sebelum di-bake,
adonan Macarons yang sudah dibentuk bulat kecil berwarna green matcha
dan dicampur pistachio paste, lalu permukaan atasnya ditaburi remahan kacang pistachio.
Selanjutnya Swiss Meringue, dalam adonan
Macarons ditambahkan egg white dan siugar lalu di-ABM pada suhu 65*C. Adonan lalu
dibentuk love warna pink dan filling-nya berupa strawberry rose
jam.
Sementara itu French Meringue, caranya lebih
sederhana di mana egg white di-blend menjadi whip, baru tambahkan sugar secara bertahap
sampai tiga kali (add 3 times), Adonan Macarons yang sudah ditambahkan filling
pistachio paste, kemudian dibentuk bear (karakter satwa) berwarna chocolate
yang keren.
”Semua adonan Macarons, baik yang menggunakan
Italian Method, Swiss Method maupun French Method, di-rest
lebih dulu selama 60 menitan sebelum di-bake pada suhu 148*C selama 22
menitan,” terang Chef Daniel.
Dari hasil penelusuran di layanan internet dan media
sosial, Macarons merupakan salah satu kreasi cookies (biscuit)
masa kini yang berasa manis (sweet taste). Menurut historisnya, Macarons
adalah kue kering khas Prancis berbahan dasar putih telur, tepung almond dan
gula, berbentuk bulat kecil (bisa juga bentuk love atau karakter satwa) dengan
tekstur renyah di luar dan lembut di dalam.
”Biasanya diisi dengan ganache, butter
cream atau selai dan kue kering yang satu ini semakin populer karena aneka
warna serta cita rasanya yang beragam. Macarons sangat cocok dinikmati
sebagai camilan manis atau hidangan penutup nan mewah,” kata Chef Daniel
Pradipta di hadapan anak didiknya, belum lama ini.
Di pasaran terutama pada layanan penjualan ala online
shop, harga Macarons dalam kemasan cantik cukup bervariasi,
Besarannya dipatok mulai Rp 38.500 (Macarons Baby dalam kemasan toples
300 ml) hingga Rp 180.000 per paketnya.(berisi 100 biji Macarons dikemas
dalam dua pack mewah). Bahkan ada juga yang jual Macarons secara bijian,
di mana harga per bijinya dibandrol Rp 5.000.
Secara umum ada beberapa ciri khas dan tips membuat Macarons
yang sudah teruji di kalangan pelaku usaha. (1). Kaki Macarons (Feed). Bagian bawah Macarons yang
bertekstur seperti renda (kaki) merupakan tanda keberhasilan proses
pemanggangan.
(2). Teknik dan Bahan. Dibuat menggunakan tepung almond
halus, gula halus (icing sugar), gula pasir dan putih telur. Terdapat
tiga metode utama, yakni French Method (lebih sederhana), Swiss
Method dan Italian Method (lebih stabil).
(3). Pengeringan. Sebelum dipanggang (di-bake di atas mesin
pengovenan), adonan Macarons harus didiamkan di suhu ruangan selama
30-60 menitan hingga permukaannya kering dan tidak lengket saat disentuh untuk
mencegah retak dan (4). Oven. Membutuhkan kontrol suhu yang stabil, Dapat dipanggang
dengan oven Listrik maupun oven tangkring dengan api kecil pada kisaran suhu
150*C.
Sementara itu perhelatan Skill Training with
Chef ini bertujuan untuk mempertajam pengetahuan mahasiswa Pastry Art Exclusive
Class tentang metode pembuatan cookies kekinian seperti Assorted Macarons,
yang resepnya tidak tersedia di dalam Buku Ajar (Silabus) Pastry Art Exclusive Class.
Sebelum hasil kerja dari masing-masing individu
mahasiswa ditampilkan di meja display untuk dievaluasi Chef Daniel,
setiap personel juga diberikan kebebasan untuk berekspresi demi menampilkan
kreasi plating dan garnish Macarons yang terbaik. Good
jobs! Bro & Sis. Amazing banget …
Jika Anda tertarik dengan aneka
kegiatan mahasiswa Pastry Art Exclusive Class di Kitchen Patisserie
Graha Tristar, silakan menghubungi Divisi
Marketing Tristar Group di Gedung Graha Tristar Jl Raya Jemursari No.
244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25,
8480821-22, 081
330 350 822, 0812 3375 2227 (WA) atau 0813 5786 6283 (WA), sekarang
juga. (ahn)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar