Dirut Tristar Group Apresiasi Tim A yang Berjibaku Buat 130 Paket Madras
Curry dan Tim B Total Produksi 120 Paket Brisket & Roasted Chicken untuk Komersial
DALAM gelaran Entrepreneurship Program 2026, 10 mahasiswa Culinary Art Exclusive B Class Tristar Samator (member of Tristar Group) yang terbagi menjadi dua tim, tampil all out di Kitchen Modern Sky Suites SOHO-The Samator Jl. Raya Kedungbaruk No. 26-28 Surabaya, demi menyukseskan program tersebut. Selama pelaksanaan program tersebut, mahasiswa disupervisi langsung oleh Chef Thomas Denny dan Chef Mario Alvin Jonathan.
Tim A yang dimotori Ghinan tampil percaya diri demi membuat 130 paket Madras Curry,
menu olahan daging ayam khas dari kawasan Asia Selatan (Bangladesh, India dan
Pakistan). Total produksi Madras Curry sebanyak itu dilakoninya dalam
dua kali proses produksi.
Pada proses produksi tahap pertama (PO-1), Kamis (04/06/2026)
lalu, Tim A memproduksi 62 paket, sedangkan pada PO-2, Kamis (25/06/2026), Tim
A mem-push produksinya menjadi 68 paket Madras Curry.
Demi memasarkan Madras Curry melalui layanan media
sosial seperti WhatsApp (WA), Instagram (IG) maupun Dirrect
Selling, Tim A mengangkat tagline bertajuk Curry Up! Ini merefleksikan
bagaimana semangat pantang menyerah dari lima personel Tim A demi menyukseskan Entrepreneurshio
Pogram tersebut.
Sebelum berjibaku di hot kitchen kampus, pihaknya dua
kali menghadiri gelaran Cooking Demo with Chef, lalu menyusun proposal usaha
berjualan Madras Curry untuk dipresentasikan kepada dosen pembimbing,
sebelum diberi lampu hijau menghelat food test.
”Jika dari hasil food test itu sudah disetujui untuk
diproduksi secara komersial, barulah kami all out memproduksinya bersama
segenap anggota tim A,” ujar Ghinan di sela kesibukannya membuat Madras
Curry kepada kru www.sekolahmasak.info,
Kamis (25/06/2026) pagi.
Sebelum menghelat food test, pihaknya juga sepakat
untuk urunan @ Rp 240.000 per orang, sehingga terkumpul modal usaha sebesar Rp 1,2
juta dari hasil urunan lima orang personel tim. Sebelum memasuki tahapan
produksi, pihaknya juga diajarkan food costing oleh dosen pembimbing.
“Sementara itu biaya pokok produksi (HPP) demi membuat satu
paket Madras Curry sekitar Rp 12.000-an, sedangkan harga jualnya sendiri
dibandrol Rp 25.000 per paketnya,” jelas Ghinan lagi.
Sekadar informasi, Madras Curry merupakan salah satu hidangan
kuliner dari hasil olahan ayam yang diperkaya dengan bumbu kare (curry). Untuk mengonsumsinya kare ayam dipadupadankan dengan naan (tortilla)
sebagai pengganti nasi (sumber karbohidrat) dan dipercantik dengan daun selada
segar.
Naan
sendiri berupa adonan tepung terigu (di-roll bentuk bulat berdiameter 15
cm) dengan ketebalan 1,5-2,0 ml) lalu dipanggang atau digoreng tanpa minyak. Menu ini popoler banget bagi masyarakat yang tinggal di kawasan Asia Selatan.
Sementara itu lima anggota Tim B yang diketuai Zulfiqar
juga tampil all out saat memproduksi sebanyak 120 paket Bricket &
Roasted Chicken untuk memenuhi pesanan para kastemer selama PO-1 dan PO-2.
Perinciannya pada proses produksi tahap pertama (PO-1), Tim
B membuat 70 paket, sedangkan pada proses produksi tahap kedua (PO-2), Kamis
(25/06/2026) hanya mampu membuat 50 paket Bricket & Roasted Chicken,
sesuai order yang masuk hingga H-1 pada PO-2 lalu.
”Sesuai hasil perhitungan food costing, kami sepakat menjual
setiap paket Bricket @ Rp 40.000, sedangkan Roasted Chicken dipatok
Rp 30.000 untuk per paketnya,” ujar Afiq sapaan akrab Zulfiqar, di dampingi salah
satu personel Tim B.
Bricket & Roasted Chicken yang ditawarkan kepada
pelanggan setia dengan tagline bertema WhatsUp! Itu merupakan
salah satu hidangan populer di daerah Texas, Amerika Serikat (AS). Hidangan spesial
ini masuk kelompok American Cuisines atau bisa juga masuk ke dalam
jajaran Continental Food.
Bricket merupakan
olahan makanan berbasis daging sapi (di-slice dulu), sedangkan Roasted
Chicken merupakan olahan daging ayam (juga di-slice) lalu dimasak
hingga matang sempurna.
Untuk mengomsumsinya, olahan daging sapi atau daging ayam
itu berfungsi sebagai isian (filling)-nya, yang diletakkan bersama daun
selada di dalam roti tawar yang telah dibelah. Untuk topping-nya sendiri
dengan memanfaatkan tomato sauce, chilli sauce dan mayonnaise
sebagai hiasan.
Roti tawar tersebut termasuk dalam kelompok plain loaf,
yang terbuat dari tepung gandum atau tepung terigu, berasa sedikit gurih dan
dikonsumsi sebagai pengganti nasi (sumber karbohidrat).
Sebelum berjibaku di hot kitchen kampus, dirinya
bersama anggota Tim B kompak urunan @ Rp 200.000, sehingga terhimpun modal
usaha sebesar Rp 1.000,000. Modal usaha sebanyak itu dialokasi untuk berbagai
keperluan demi menyukseskan gelaran Entrepreneurship Program 2026.
Chef
Thomas dan Chef Lusiana mengapresiasi kreasi makanan yang dibuat Tim A Madras
Curry dan Tim B Bricket & Roasted Chicken untuk disajikan dan
dinikmati oleh Presdir Tristar Group Ir Juwono Saroso bersama dua rombongan
tamu yang mengunjungi Kampus Tristar Samator, berbarengan dengan pelaksanaan Entrepreneurship
Program 2026.
Dalam kesempatan itu, Chef Thomas Denny juga memberikan pujian atas kerja cerdas anak didiknya karena segenap personel Tim A mupun B kompak prepare sejak pagi hingga siang hari (pukul 07.30-13.30 WIB) di hot kitchen kampus. Good jobs! Bro & Sis. The most incredible …
Jika
Anda tertarik aneka kegiatan mahasiswa Culinary Art Exclusive Class dan
ingin menjadi bagian dari civitas akademika Tristar Samator (member of
Tristar Group), silakan daftarkan diri Anda dengan datang langsung ke Graha Tristar Jl Raya Jemursari 244
Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 081 330 350 822, 0812 3375 2227 (WA) atau
0813 5786 6283 (WA), sekarang juga.
(ahn)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar