Wow! Cantiknya Sugar Comb Cake,
Gateaux Saint-Honore dan Dobos Torte Cake, Tiga Kreasi Caramel Art Persembahan
Mahasiswa Pastry Art Reguler A Class
KEHEBOHAN aksi 12 orang mahasiswa Pastry Art Reguler A Class Akpar Majapahit (member of Tristar Group) tampak saat mereka asyik praktik Teknik Hiasan Karamel (Caramel Art) kekinian bersama Chef Gabriele Nathania pada pertemuan hari terakhir, di Kitchen Patisserie Lantai 2 Graha Tristar Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Kamis (11/06/2026) lalu.
Hiasan
karamel sendiri merupakan salah satu cara demi mempercantik tampilan cakes
sehingga terlihat semakin mewah dan berkelas. Dalam hal ini ada delapan kreasi Caramel
Art yang diajarkan kepada mahasiswa selama tiga kali tatap muka.
Oleh
Chef Gabriele, mahasiswa Pastry Art Reguler A Class itu diajarkan
membuat delapan resep cakes yang
dipercantik dengan sentuhan Caramel Art.
Dosen Pengajar Pastry Art Tristar Group itu menjelaskan secara teori mengenai
pengetahuan umum tentang aneka hiasan karamel dan proses aplikasinya dalam
suatu produk pastry masa kini.
Aneka
kreasi Caramel Art tersebut tetap mengacu pada standar industri
perhotelan yang mengedepankan tiga aspek yakni tampilan dan kreativitas,
tekstur serta citarasanya. Dengan demikian kreasi Caramel Art yang
ditampilkan mahasiswa itu harus benar-benar eksotik, cantik dan berkelas.
Pada
gelaran hari pertama, Selasa (09/06/2026), Chef Gabriele menghelat Baking
Demo with Chef demi membuat dua kreasi Caramel Art masa kini,
yakni Hand Pulled Cotton Candy dan Dome Caramel.
Sedangkan
pada perremuan hari kedua, Rabu (10/06/2026), mahasiswa Pastry Art Reguler A
Class diajarkan teknik membuat tiga kreasi Caramel Art yang berbeda,
yakni Nougat Cake, Caramel Pudding dan Croquembuche Choux.
Secara
umum pengertian Karamel adalah gula-gula yang terbentuk dari proses
karamelisasi sehingga menghasilkan cairan lengket berwana krem sampai cokelat
gelap. Karamel kadang terbentuk ketika memasak permen.
Karamel
juga dapat digunakan sebagai perisa dalam pudding dan berbagai hidangan
penutup (dessert), sebagai isian permen atau cokelat atau sebagai topping
es krim atau hidangan custard.
Karamel
terbentuk dengan memanaskan gula pada suhu 170*C (338*F). Ketika gula meleleh
dan mendekati suhu tertingginya, molekulnya memecah dan berubah menjadi cairan
lengket berwarna cokelat. Berbagai variasi permen, gula-gula dan hidangan
penutup menggunakan karamel, contohnya adalah sebagai tambahan pada permen
kacang, seperti praline, nougat atau brittle.
Sedangkan pewarna karamel sendiri adalah cairan
gelap tanpa gula, yang terkonsentrasi dan merupakan hasil mendekati
karamelisasi total yang digunakan untuk kebutuhan komersial dan industrial.
Beberapa produk minuman cola menggunakan pewarna karamel dan juga
sebagai pewarna makanan.
Karamel juga merujuk pada permen halus, keras atau
kunyah dengan rasa karamel. Permen karamel dibuat dengan merebus susu, gula,
mentega, vanilla essence, water dan glucose atau corn syrup. Permen karamel
tidak bisa dipanaskan pada tingkat bola halus atau melebihi 120*C (248*F).
Permen seperti ini kadang disebut karamel susu.
Antusiasme
membuat tiga kreasi Caramel Art yakni
Sugar Comb Cake, Gateaux Saint-Honore
dan Dobos Torte Cake pada praktik hari terakhir itu ditunjukkan anak
didik Chef Gabi sapaan akrabnya,
sejak mereka tampil secara tim demi membuat tiga kreasi Caramel Art (sesuai
pembagian tugas dari dosen pembimbing) hingga meng-garnish-nya di Kitchen Patisserie Lantai 2 Graha Tristar Surabaya.
Untuk
membuat Sugar Comb Cake (di Indonesia dikenal dengan nama Kue Sarang
Semut atau Bolu Karamel), misalnya, tiga mahasiswa anggota Tim A,
tampil percaya diri demi menyiapkan bahannya mulai egg, sugar, cake emulsifier,
cake flour, milk powder, cornstarch, melted margarine dan vanilla paste.
Tahapan
berikutnya membuat Sugar Comb (Dalgona) di mana bahan yang dibutuhkan
adalah sugar dimasak sampai karamel dan beberapa tetes baking soda. Lalu
membuat Honey Comb-nya dengan memanfaatkan whipped cream, dalgona powder (di-blend
lebih dulu) dan heavy cream.
Tahapan
terakhiradalah membuat Honey Comb
Syrup, di mana bahan yang diperlukan meliputi dalgona powder (juga di-blend
lebih dulu) dan water.yang sebelumnya sudah di-boil lebih dulu.
Selanjutnya
demi membuat Gateaux Saint-Honore (hidangan oenutup klasik dari Prancis),
pada pekerjaan tahap pertama tiga mahasiswa anggota Tim B mesti
menyiapkan bahan untuk membuat Choux. Bahannya sendiri terdiri dari water,
margarine dan salt secukupnya di-boil lebih dulu, lalu tambahkan bread
flour.
Bahan
tersebut kemudian diaduk sampai merata dan dinginkan sebentar barulah egg-nya
dimasukkan. Setelah adonannya kalis barulah dibentuk bulat berdiameter 3-4 cm
kemudian di-bake pada suhu 180*C selama 20-25 menitan.
Tahapan
pekerjaan berikutnya membuat Sugar Dough, di mana bahan-bahan yang
diperlukan adalah margarine, butter, icing sugar di-mixing lebih dulu
sebelum ditambahkan medium flour, milk powder (yang sudah diayak), egg dan
vanilla paste secukupnya. Adonan Sugar Dough kemudian di-bake
dalam mesin oven pada suhu 160*C selama 10-15 menit.
Selain
menyiapkan Choux dan Sugar Dough, empat mahasiswa itu juga diminta untuk membuat Diplomat Pastry Cream-nya. Bahannya
sendiri meliputi fresh milk, sugar, cornstarch, egg yolk, vanilla paste
secukupnya dan whipping cream. Jelang proses finishing-nya sediakan juga
caramel berupa sugar dan water secukupnya.
Selain
antusias membuat Sugar Comb Cake dan Gateaux Saint Honore, enam
mahasiswa Pastry Art Reguler A Class yang tergabung dalam Tim C dan D juga kebagian
tugas membuat Dobos Torte Cake (kreasi kue sponge dari Hungaria). Mereka
pun berjibaku di cold kitchen kampus dengan disupervisi langsung oleh Chef
Gabriele bersama asistennya, Chef Raissa.
Saat
membuat caramel yang berwarna kecoklatan, butuh perhatian ekstra agar
tidak sampai overcook alias
kegosongan dengan warna kehitaman (berasa pahit). Dalam kesempatan itu, Chef Gabriele memberikan tips bagaimana
memproses gula pasir menjadi karamel yang dipanaskan di atas pan pada suhu
tertentu selama 15-20 menitan.
”Biasanya
caramel yang overcook tidak
elok untuk hiasan cakes, karena saat
memprosesnya ditinggal kerja yang lain. Padahal demi hasil terbaik maka Anda
mesti fokus saat memproses gula pasir jadi caramel,”
terang Chef Gabriele, di hadapan anak
didiknya. Good jobs! Bro & Sis. Amazing banget …
Jika
Anda tertarik aneka kegiatan mahasiswa Pastry Art Reguler Class dan
ingin menjadi bagian dari civitas akademika Akpar Majapahit (member of
Tristar Group, silakan datang langsung ke Kampus Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25,
081 330 350 822, 0812 3375 2227 (WA) atau 0813 5786 6283 (WA), sekarang
juga. (ahn)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar