Bunga Teratai dan Bunga Mawar Merekah nan Keren, Berkelas dan
Elegan dari Buah Semangka Ditampilkan Mahasiswa Culinary Art Reguler A Class Akpar Majapahit
PEKAN terakhir jelang gelaran final exam, mahasiswa Culinary Art Reguler A Class Akpar Majapahit (member of Tristar Group) masih diajarkan materi Garnish Plating Knowledge & Practices with Chef Andi Indarto, demi membuat aneka kreasi Garnish Plating dari buah dan sayuran nan keren, berkelas dan elegan tampilannya seperti yang biasa diaplikasikan di industri perhotelan.
Selama praktik di Kitchen Modern 1, Lantai 3 Graha Tristar Jl. Raya Jemursari
No. 244 Surabaya, Selasa
(10/12/2025) pagi, 12 mahasiswa Culinary Art Reguler Class yang hadir pagi itu disupervisi
langsung oleh Guest Lecturer, Chef Andi Indarto.
Selama tatap muka hari pertama, mahasiswa Culinary Art
Reguler A Class antusias belajar membuat aneka kreasi Garnish
Plating dari sayuran seperti yang biasa diaplikasikan di industri
perhotelan. Sedangkan pada pertemuan hari kedua mahasiswa diajarkan cara
membuat kreasi Garnish Plating dari buah-buahan.
Selama
dua hari praktik langsung di Kitchen Modern Graha Tristar Surabaya, mahasiswa juga
dibekali pengetahuan dasar seputar seni menghias buah dan sayuran bertajuk Garnish
Plating Knowledge & Practices oleh Dosen Luar Biasa Tristar Group
tersebut.
Sebelum
memaparkan materi Garnish Plating, Chef Andi Indaerto lebih dulu
menjelaskan pengertian Food Plating. Food Plating adalah cara
penataan dan penyajian makanan di atas piring dengan memperhatikan posisi dan
komposisi makanan agar menunjukkan nilai seni dan kualitas yang tinggi.
Untuk
tujuan tersebut ada sejumlah ketentuan baku dalam Food Plating yang
mesti dipatuhi. Pertama: Tekankan pada bahan utama. Hidangan utama
haruslah menjadi menu yang menghabiskan paling banyak ruang pada piring atau
wadah dan menarik perhatian.
Kedua:
Keseimbangan. Perhatikan keseimbangan komposisi
hidangan pada wadah. Hindari penataan hidangan yang berat sebelah. Ketiga:
Kontras. Tempatkan bentuk dan warna yang kontras bersandingan sebagai daya
tarik visual.
Keempat:
Warna. Pilih warna yang saling melengkapi atau buat
poin fokal dengan satu semburan warna merah. Kelima: Tekstur. Berbagai
macam tekstur pada hidangan harus terlihat dalam komposisi pada wadah.
Keenam:
Kesederhanaan. Hindari kepadatan komposisi hidangan
dengan menggunakan sedikit elemen yang dibutuhkan agar terlihat komplit. Ketujuh:
Wadah. Pilih wadah yang sesuai dengan ukuran dan susunan hidangan tanpa
meninggalkan terlalu banyak tempat kosong.
Kedelapan:
Hiasan. Pilih hiasan yang dapat dimakan yang memberikan
warna dan tekstur ekstra pada keseluruhan hidangan. Perlu diingat bahwa semua
yang tersaji pada piring atau wadah haruslah bahan yang dapat dimakan (edible
food).
Kesembilan:
Saus. Kreasikan saus (sauce) pada wadah.
Tempatkan saus di bawah protein utama, buat titik saus di sepanjang piring atau
wadah, atau buat setetes saus yang memberikan daya tarik visual. Kesepuluh:
Bentuk. Bentuk bahan-bahan dalam hidangan demi menciptakan tingkat struktur
di atas piring.
Sedangkan
Garnish Plating sendiri merupakan salah satu teknik dasar dalam Food
Plating. Garnish Plating (Garnishing) merupakan pemberian
hiasan berupa bahan makanan yang dapat melengkapi makanan utama untuk
menambahkan selera makan seseorang.
Dalam
hal ini garnish yang digunakan harus tetap memiliki komposisi dan warna
yang seimbang dengan makanan utamanya. Contohnya, ketika Anda menyajikan
makanan berpotongan, sebaiknya jangan menggunakan garnish yang terlalu
besar.
”Apabila
makanannya berwarna hijau, sebaiknya jangan menggunakan garnish dengan
warna yang sama agar fungsi hiasnya lebih mencolok. Sebaiknya Anda menggunakan
warna yang berbeda namun masih cocok dengan warna hijau, misalnya oranye,”
terang Chef Andi di hadapan anak didiknya.
Setelah
mengikuti teori di kelas, mereka langsung diajak praktik di hot kitchen.
Bahan yang disiapkan selama praktik hari pertama adalah red chili (cabai
merah), tomatoes, cucumber, carrot, eggplant
(terong), squash (labu siam/manisah) dan apple (apel) Sedangkan bahan
yang disediakan untuk praktik hari kedua hanya tersedia semangka (watermelon).
Mahasiswa
yang hadir pagi itu tampak asyik mengukir buah dan sayuran (fruits & vegetables) untuk garnish
plating ala hotel berbintang selama dua kali pertemuan, Senin (09/12/2025)
dan Selasa (10/12/2025) bersama Chef
Andi Indarto.
Peralatan
yang disediakan untuk praktik menghias buah dan sayuran antara lain aneka jenis
pisau khusus untuk menghias sayur dan buah-buahan (carving set) yang
biasa diaplikasikan di industri perhotelan. Pasalnya, untuk membeli pisau stainless
steel jenis ini memang tersedia di toko swalayan dalam wadah satu set dan
tidak dijual per item.
Setelah
itu Chef Andi mempraktikkan langsung bagaimana
tata cara menghias sayur dan buah-buahan di hadapan mahasiswa, Masing-masing individu
mahasiswa pun diminta mempraktikkan apa yang sudah diajarkan sebelumnya (teknik
duplikasi).
Misalnya,
buah apple disulap jadi seekor burung merpati (pigeon), carrot
dibentuk menjadi kupu-pupu (butterfly) atau menara (tower), red
chili dikreasi menjadi model ala stick, tomatoes disulap
menjadi keranjang (mini basket), squash (labu siam) diukir
sehingga tampilannya berubah layaknya bunga merekah (blossom flower) dan
irisan kulit cucumber disulap ala model daun (leaf).
”Anda tidak perlu takut kalau salah atau hasil ukiran kalian kurang bagus, yang penting bisa memeragakan bagaimana teknik men-slice buah dan sayuran, lalu menghiasnya secara baik dan benar dengan hasil yang memuaskan," terang Chef Andi seraya memeragakan cara menghias buah dan sayuran di hadapan mahasiswa.
Pada tatap muka hari kedua, Selasa (10/12/2025), misalnya, mahasiswa Culinary Art Reguler A Class Akpar Majapahit diajarkan cara menghias buah semangka (watermelon) menjadi dua kreasi cantik berupa Bunga Teratai lengkap dengan daunnya dan Bunga Mawar (Red Rose) yang sedang merekah.
Awalnya
Chef Indarto mendemonstrasikan cara menghias buah semangka jadi Bunga
Teratai dan Bunga Mawar yang sedang merekah. Giliran selanjutnya setiap
individu mahasiswa yang diminta untuk menduplikasikannya, seperti yang dicontohkan
dosen pembimbing.
Setelah
bekerja di hot kitchen sekitar 120 menitan, kreasi masing-masing individu
mahasiswa Culinary Art Reguler A Class Akpar Majapahit tersebut diletakkan di
meja display untuk dievaluasi hasil kerjanya.
Secara
overall, Chef Andi Indarto mengaku puas atas kinerja kerja anak didiknya
karena 90 persen hasil kreasi garnish plating tersebut tampilannya sudah
sesuai ekspektasi. Chef Andi juga memastikan tiga mahasiswa yang hasil
kreasinya dinilai excellent, yakni Fathir, Michelle dan Fitri. Good
jobs! Bro & Sis. Amazing banget …
Jika Anda tertarik kegiatan
mahasiswa Culinary Art Reguler Class Akpar Majapahit dan ingin menjadi bagian
dari civitas akademika Akpar Majapahit (member of Tristar Group),
silakan datang langsung ke Kampus Akpar Majapahit di Graha Tristar Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) Telp.
(031) 8433224-25, 081 330 350 822, 0812 3375 2227 (WA) atau 0813 5786 6283
(WA), sekarang juga. (ahn)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar