SETELAH berjibaku membuat kreasi Ginger Bread House & Bread Clay dan praktik Skill Training membuat kreasi Chocolate Showpiece, mahasiswa Pastry Art Reguler A Class Akpar Majapahit (member of Tristar Group) giliran diajarkan Dosen Pengajar Pastry Art Tristar Group Chef Dwi Mei Retnowati cara membuat 10 kreasi Classic Cakes yang cita rasanya tak lekang oleh perubahan jaman.
Praktik membuat aneka kreasi classic cakes itu
wajib dilakoni mahasiswa dalam empat kali tatap muka. Eksistensi classic
cakes itu harus diakui masih tetap bertahan di era millennial
saat ini.karena nilai historisnya, sehingga masih bisa ditemukan di sejumlah Bakery
Shop di Surabaya.
Oleh Chef Mei, sapaan akrabnya, praktik
membuat aneka kreasi classic cakes bersama 16-an orang anak didiknya itu
dihelat di Kitchen Patisserie 1,
Lantai 2 Graha Tristar Jl. Raya Jemursari
No. 244 Surabaya.
Saat praktik pada hari terakhir, Rabu (11/02/2026)
lalu, demi membuat Tiramisu Cake, Ontbijtkoek dan Yulog,
mereka yang hadir pagi itu dibagi menjadi sembilan tim. Dua tim pertama, yakni Tim A dan B (@ beranggotakan tiga orang) mendapat tugas membuat Tiramisu Cake.
Sedangkan lima tim berikutnya yakni Tim C, D, E, F dan G (@ beranggotakan dua orang mahasiswa) kebagian tugas membuat Ontbijtkoek.
Sementara itu dua tim terakhir, yakni Tim
H dan I (@ beranggotakan tiga orang) diminta membuat Yulog.
Tim A dan B saat berjibaku di Cold Kitchen
Graha Tristar demi membuat Tiramisu Cake dengan tampilan kekinian, memanfaatkan
tiramisu cup. Cara membuat kue klasik dari Negeri Sakura (Jepang) ini diakui
memang agak ribet.
Ada beberapa tahapan pekerjaan yang harus dilakoni,
mulai membuat adonan chocolate sponge (sponge method),
menyiapkan tiramisu mixture, lalu membuat sprinkle, topping
berikut garnish-nya agar tampilannya semakin berkelas dan mewah.
Selanjutnya lima tim lainnya, yakni Tim C, D, E, F
dan G tampil all out demi membuat Ontbijtkoek, kue klasik dari
Negeri Kincir Angin (Belanda). Menurut historisnya, Ontbijtkoek ini
dibuat dengan memanfaatkan bahan alami tradisional yang didatangkan dari
Indonesia terutama rempah-rempah seperti gula merah (palm sugar), gula
aren, kayu manis, jahe, vanilla dan sebagainya.
Dengan memanfaatkan gula merah, cita rasa Onbijiekoek
pun tidak terlalu manis dengan tekstur lembut dan berwarna kecoklatan sebagai
ciri khas kue legendaris yang masih eksis hingga sekarang. Amazing banget!
Otnbijtkoek sendiri merupakan kue untuk menu
sarapan (breakfast). Oleh orang-orang Belanda tempo dulu, kue jadul ini
memang disajikan untuk sarapan. Makanya sepotong pun sudah bikin
kenyang. Rasanya sangat kuno, mengingatkan kita pada nenek yang dengan
setia mengirimkan kue enak untuk cucu tersayang.
Demi
membuat Ontbijtkoek di Kitchen
Patisserie Graha Tristar, misalnya, lima tim mahasiswa Pastry Art Reguler A Class
yakni Tim C, D, E, F dan G, diminta menyiapkan bahan-bahan untuk membuat
adonan kue dalam wadah berukuran 12x12
cm2 dan di-bake pada suhu 180*C selama 30-35 menitan.
Bahan untuk membuat adonan kue
Ontbijtkoek sendiri
terdiri dari egg yolk, egg white, palm sugar, sugar, cake emulsifier, cake
flour (kunci biru), cornstarch, milk powder, baking powder, spekulas powder,
melted margarine, butter (melted), condensed milk dan dan vanilla paste. Sementara
itu untuk topping-nya sendiri menggunakan canary, sedangkan garnish-nya bisa memanfaatkan red cherry.
Sementara itu dua tim yang terakhir, yakni Tim H dan
I kebagian membuat Yulog, kue klasik dari Benua Biru (Eropa). yang
sampai sekarang masih eksis dan disuka. Demi membuat kue klasik yang satu ini (sponge
method), maka bahan yang dibutuhkan untuk membuat roll cake butter-nya
meliputi egg yolk, egg white, sugar, cake emulsifier, all purpose flour,
cornstarch, milk powder, soften butter dan vanilla paste.
Sedangkan untuk membuat filling-nya sendiri
bahannya adalah cashewnut yang sudah di-baked & chopped. Selain itu,
mereka juga diminta membuat Swiss meringue butter cream frosting, di
mana bahannya terdiri atas butter, egg white, sugar, salt dan tambahkan juga
beberapa tetes vanilla paste.
.
Sesuai
panduan Buku Ajar (Silabus), sekitar 16-an mahasiswa Pastry Art Reguler A Class
pada tatap muka hari pertama, mengikuti Baking Demo with Chef Dwi Mei
Retnowati demi membuat Checkerboard Wreath Cake.
Selanjutnya
pada pertemuan hari kedua, Chef Mei kembali mengajarkan anak didiknya
cara membuat tiga kreasi classic cakes yakni Hurricane Roll Cake,
Pandan Vla Roll Cake dan Mocha Nut Roll Cake.
Sedangkan
pada tatap muka hari ketiga, mahasiswa Pastry Art Reguler A Class diajarkan
teknik membuat tiga kreasi kue klasik yang berbeda yakni Black Forest Cake,
Lapis Mandarin dan Opera Cake yang keren dan berkelas. Good
jobs! Bro & Sis. Amazing banget …
Jika
Anda tertarik aneka kegiatan mahasiswa Pastry Art Reguler Class dan
ingin menjadi bagian dari civitas akademika Akpar Majapahit (member
of Tristar Group), silakan datang langsung ke Graha Tristar Jl Raya Jemursari 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25,
081 330 350 822, 0812 3375 2227 (WA) atau 0813 5786 6283 (WA), sekarang
juga. (ahn)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar