twitter
S1 Teknologi Pangan

Culinary - Patisserie - Culinology - Molecular Gastronomy.



Food Technology.

Tristar Institute - Jemursari 244 - Surabaya

Info: 081234506426 - 081233752227.

S1 Teknologi Pangan

Kolaborasi Tristar Insitute dan Unitomo Surabaya.

Pages

Minggu, 25 November 2018

PERAIH MEDALI DI “LA CUISINE COMPETITION, SIAL INTERFOOD 2018”

Stefani Angelia Susanto dan Tiffany, dua mahasiswi  Tristar Culinary BSD Serpong. Jawa Barat yang berhasil menyabet  medali dalam  lomba tingkat nasional di La Cuisine Competition, SIAL InterFOOD 2018 di Jakarta, 21 – 24 November baru lalu.
Seperti apa pengalaman mereka?
Ikuti testimoni mereka yang disajikan dengan gaya bertutur berikut ini:
Stefani Angelia Susanto

 Stefani Angelia Susanto:

“Ini Pengalaman Yang Luar Biasa” 

Ketika saya melihat di Mading ada pengumuman lomba di SIAL InterFOOD, langsung tumbuh minat untuk ikut. Jarang-jarang ada lomba kuliner. Apalagi saya tahu ajang lombanya cukup bergengsi di arena pameran berskala internasional. 

Saya langsung bilang sama Ibu Ira,  salah satu dosen  di kampus Tristar.  Saya bilang, Bu, saya mau  ikut lomba kategori Christmas Cookies. Kebetulan belum ada mahasiswa yang memilih tema tersebut.  

Eh ternyata Bu Ira mendukung sekaligus bersedia menjadi pembimbing.  Saya benar-benar tekun mempersiapkan diri. Jujur ya, dalam hati saya terobsesi bisa jadi juaranya. Kalau gak ada rasa ingin juara, buat apa ikut lomba.  Ya kan?
Christmas Cookies, raih medali Gold Award

Himpunan Pengusaha dan Profesional Alumni Kimia (HIPPAKIM) ITS Gelar Musker I di Gedung Rektorat ITS



HimpunanPengusaha dan Profesional Alumni Kimia (HIPPAKIM) Institut Teknologi 10 November Surabaya ITS,menggelar Musyawarah Kerja (Musker) I di Gedung Rektorat ITS, Minggu (11/11).  Musker perdana itu dihadiri 200-an orang, yang terdiri dari alumni Departemen Kimia ITS yang sukses menjadi pengusaha dan professional, dosen dan pihak panitia.

Tristar Culinary Intitute Kerjasama dengan Yunnan Galaxy Vocational Training School


SURABAYA - Tristar Culinary Institute Surabaya semakin melebarkan sayapnya. Kali ini, kolaborasi dilakukan bersama Yunnan Galaxy Vocational Training School, satu diantara sekolah kuliner di Kota Kunming Provinsi Yunnan China. Satu diantara hasil kerja sama ini adalah pertukaran pelajar.
Keseriusan ini terbukti Jum’at (15/11), delegasi dari Yunnan Galaxy Vocational Training School berkunjung ke Tristar Culinary Institute di Jalan Jemursari Surabaya. Kunjungan diwakili 4 orang.  Diantaranya Wang Hui Ling selaku kepala sekolah, Tang Hai Jie chef, Han Luo Cheng staf dan Ge Lei asisten kepala sekolah. Kedatangan mereka disambut Juwono Saroso Presider Tristar Group, Andrean Leonardus Bandoro dosen dan dan Yudha chef.

Menurut Wang Hui Ling, kedatangan kali ini dilakukan untuk menindaklanjuti kunjungan Tristar Culinary Institute ke sekolahnya, dua bulan lalu. Kampusnya merespon serius dan positif, untuk melakukan kunjungan balik. Selama sehari, wakil dari Tristar mengenalkan kuliner lokal Indonesia. Seperti klepon, putri mandi, onde-onde dan kue mangkuk. Kuliner ini disajikan langsung Otje chef, dihadapan delegasi. Tidak hanya itu, hibachi chef juga menyajikan makanan berat. Seperti chicken teriyaki dan nasi goreng ikan tuna.  



Gie Cinta Ajarkan Koreografi Finalis Miss Culinary 2018




SURABAYA - Jelang malam puncak Miss Culinary 2018, karantina hari kedua sekaligus hari terakhir, Jum’at (23/11) diisi dengan kelas koreografi. Kelas tarian ini berlangsung seru, di loby Sky Suite Samator Jalan Kedungbaruk Surabaya.

Dipandu Gie Cinta koreografer, para finalis mendapatkan arahan tarian pembuka dalam malam puncak. Dengan iringan lagu instrumen vintage yang ngebeat, finalis berjalan sambil berlenggok diatas catwalk. Ada juga gerakan pose, dan jalan menyilang bergantian.

Koreografi menjadi hal penting dalam penampilan malam puncak. Terlihat diantara finalis ada yang terlihat menguasai tarian. Meski diantara mereka ada yang belum terbiasa melakukan gerakan seperti yang ditunjukkan Cinta.

Jennifer Goldie finalis mengaku penyesuaian diri dalam latihan tari adalah blocking. Menurutnya, dalam satu panggung melibatkan 16 finalis, diakui cukup rumit. Goldie mendapatkan kesempatan kedua dalam latihan, karena Cinta membagi kelas koreo terbagi dengan 8 orang.

16 Finalis Miss Culinary Ikuti Sesi Public Speaking


SURABAYA - Sebanyak 16 finalis Miss Culinary 2018 ikuti kelas public speaking dari Ika Damayanti, praktisi PR sekaligus Dosen Ilmu Komunikasi UK Petra Surabaya, di Oxygen Room Lt 3 Novotel Samator Surabaya di Jalan Kedungbaruk Surabaya, Kamis (22/11).

Selama 1 jam, kelas public speaking mengajarkan tentang pemahaman mendasar tentang membawakan diri berbicara dimuka umum. Diantaranya mengetahui audience dari sisi usia, gender, topik, ekspektasi, tempo berbicara sampai urusan pekerjaan.


Serunya Karantina Hari Pertama Miss Culinary 2018




SURABAYA - Suasana Oxygen Room di Lantai 3 Hotel Novotel Samator di Jalan Kedungbaruk Surabaya, Kamis (22/11) siang itu sangat riuh. Sebanyak 16 finalis Miss Culinary 2018 antusias ikuti pembekalan kuliner, sebagai bagian karantina hari pertama. Tristar Culinary Intitute menghadirkan sesi Jelly Flower Pudding Decoration dan Latte art.  


Jennifer Goldie (21) finalis dari Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya terlihat exited, ketika Fitri Pastry Chef Tristar Culinary Institute mengenalkan dekorasi pudding.

“Ternyata semuanya butuh belajar dan tidak serta merta kita bisa memasak tanpa ikuti kelas,” jelas Jenifer.

Masing-masing finalis diberikan waktu satu jam untuk mendekorasi puding yang sudah disediakan panitia. Pipping Bag dengan rose tube yang berisi jelly decoration, lalu dituangkan dalam tatakan hingga membentuk kuntum bunga mawar. Sesudah jadi, lalu dipindahkan diatas jelly. Maka jadilah puding dengan dekorasi dari bahan puding.

Menurut Fitri, kelas Jelly Flower Pudding Decoration merupakan bagian dari pengenalan kepada finalis, kalau bahan dekorasi puding tidak selalu dari bahan butter cream. Tristar mencoba mengenalkan dengan bahan jelly, sebagai bahan alternatif dekorasi.

Selamat, Inilah 16 Finalis Miss Culinary 2018


SURABAYA - Akhirnya, 16 finalis Miss Culinary 2018 diumumkan. Mereka lantas ikuti masa karantina selama 2 hari di Hotel Novotel Samator, di Jalan Kedungbaruk Surabaya, yang akan digelar dalam waktu dekat.

Mereka adalah Indies Noegrahani (22), Audrey Hanley (18), Stephany Ruth Anchilla (21), Erra Fazhira (20), Claudia Anastasia (17), Riris Dwiyanti Maharani (17), Astrina Nurwinda Sari (20), Helen Susanti (18), dan Elevyn Christian (18). Ada juga Salsabila Ghina Anoraga (21), Audya Ananta (19), Venlista Suprapto (20), Michelle Darmayanti (18), Herlinda Dinda (22), dan Jennifer Goldie (21).

Menurut Fandy Purbantoro Business RepresentativeJawa Pos, mereka terpilih dari 50 kandidat yang lolos audisi di Kota Malang dan Surabaya. Juri mempertimbangkan penilaian dari sejumlah aspek. Seperti hasil beauty class, catwalk, maupun unjuk gigi kemampuan memasak makanan sehat, yang digelar oleh Tristar Culinary School Surabaya.

Lima Puluh Kandidat Miss Culinary Ikuti Beauty Class dan Catwalk




SURABAYA - Sebanyak 50 kandidat Miss Culinary 2018 ikuti beauty class, catwalk, dan photoshoot challenge di PT. Rembaka Jalan Berbek Industri VII/4 Waru Sidoarjo, Minggu (18/11). Mereka antusias mendapatkan materi pembekalan, yang diberikan para mentor.

Seperti kelas catwalk, diberikan oleh Gie Cinta. Pelatih modeling ini memberikan latihan bagaimana cara berjalan diatas panggung secara basic. Tantangan lain yang juga diberikan kepada kandidat adalah memunculkan inner beauty.



Tristar Institute Ajarkan Pudding Art Teknik Injeksi ke Finalist Miss Culinary 2018


SURABAYA - Masih dalam rangkaian karantina Miss Culinary 2018, hari kedua, Jum’at (23/11) acara diisi dengan banyak kegiatan. Tristar Culinary Institute kembali menjadi pengisi kelas kuliner, dengan menghadirkan kelas pudding art. Hampir mirip dengan kelas jelly art decoration yang digelar sehari sebelumnya, pudding art merupakan seni dekorasi puding dengan teknik injeksi.

Kelas ini dimulai pukul 12.00 WIB di Oxygen Room Hotel Novotel Samator, Jalan Kedungbaruk Surabaya.  Dewi Mei pembimbing dari Tristar, mempresentasikan cara mendekorasi puding. Pertama, masing-masing finalis Miss Culinary mendapatkan 1 buah puding, yang dibuat dari campuran agar-agar, jelly dan susu. Tugas finalis adalah mendekorasi dalam puding, dengan menginjeksi jelly dengan memakai jarum suntik. Teknik ini disebut sebagai seni injeksi.

“Jadi kita memakai jarum suntik untuk memasukkan jelly cair kedalam puding,” ujar Dewi Mei.

Dengan contoh yang sudah ada, masing-masing finalis mencoba mendekorasi puding dengan sejumlah hiasan. Mulai dari bunga, sampai daun. Perlu ada modifikasi pada jarum, dengan cara membengkokkan, supaya dalam proses injeksi tidak terlalu susah.

Peserta terlihat sangat antusias dalam kelas ini. Ini terbukti dari 1 jam sesi mendekorasi jelly, ternyata sebagian diantara finalis masih melanjutkan dekorasinya.

Jumat, 23 November 2018

Dari Lomba Bartending & Mixologist Beverage di Ajang MTF 2018 - Edo, Bayu dan Tri Waluyo Sabet Juara 1, 2 dan 3 Lomba Bartending & Mixologist Beverage di Grand City

Dari Lomba Bartending & Mixologist Beverage di Ajang MTF 2018
Edo, Bayu dan Tri Waluyo Sabet Juara 1, 2 dan 3 Lomba Bartending & Mixologist Beverage di Grand City
TIGA JURI yang terdiri dari Donny Kuzuma, Kasiadik dan Hardhita Kusdharyanto memutuskan tiga orang yakni Edo Ubaidillah, Bayu Saputra dan Tri Waluyo yang berhasil menyabet Juara 1, 2 dan 3 lomba Bartending & Mixologist Beverage pada gelaran Majapahit Travel Fair (MTF) ke-19 di Grand City Convex Surabaya, Sabtu (14/04/2018) siang.