twitter
S1 Teknologi Pangan

Culinary - Patisserie - Culinology - Molecular Gastronomy.



Food Technology.

Tristar Institute - Jemursari 244 - Surabaya

Info: 081234506426 - 081233752227.

Pages

Jumat, 28 Agustus 2026

Memotret Aksi Mahasiswa Mengikuti Gelaran Skill Training di Kitchen Sky Suites SOHO-The Samator


Mahasiswa Culinary Art Exclusive Class Tristar Samator All Out Belajar Basic Practices Hibachi Teppanyaki with Chef Thomas  


SEKITAR 40-an mahasiswa Culinary Art Exclusive A, B dan C Class Tristar Samator (member of Tristar Group), all out belajar skill training bertajuk Basic Practices Hibachi Teppanyaki with Chef Thomas Denny dan asistennya Chef Dimas, di Kitchen Modern Sky Suites SOHO-The Samator Jl, Raya Kedungbaruk No. 26-28 Surabaya, Kamis (27/08/2026) pagi.


Materi skill training tersebut berdurasi dua kali pertemuan. Tatap muka hari pertama, mahasiswa diajarkan praktik Juggling Attraction dan materi praktik skill training hari kedua lebih fokus pada Cooking Practices with Master Chef Hibachi Teppanyaki. Liputan disajikan dalam dua seri penulisan. Naskah liputan yang ini adalah bagian pertama dari dua tulisan.


Menurut historisnya, Hibachi dan Teppanyaki adalah dua hal yang berbeda di Jepang, tetapi sering dianggap sama di luar negeri terutama di Negeri Paman Sam (Amerika Serikat).


Perbedaan arti tradisional. Hibachi berarti mangkuk api yaitu alat pemanas tradisional Negeri Matahari Terbit (Jepang), berupa anglo arang kecil yang terbuka dan tidak dipakai untuk atraksi masak komersial. Sedangkan Teppanyaki sendiri berarti memanggang di atas pelat besi yaitu teknik memasak di atas wajan besi datar (teppan) yang panas.


Sejarah singkat Teppanyaki. Pada tahun 1945 silam, jaringan restoran Misono (Jepang) memopulerkan gaya masak di atas pelat besi (teppan) pasca Perang Dunia II. Mereka menyadari bahwa turis asing sangat menyukai atraksi chef yang terampil memasak di depan pengunjung daripada teknik masak makanan tradisional Jepang biasa.


Pergeseran istilah di Barat. Di Amerika Serikat khususnya, konsep makan dengan atraksi chef di meja wajan besi datar (teppan) ini salah kaprah disebut sebagai hibachi, padahal itu adalah gaya masak ala teppanyaki.


Makanan dimasak di atas api dengan suhu dan wadah terbuka (Japanese BBQ Grill). Hal ini memungkinkan para tamu untuk menyaksikan proses memasak yang dilakukan chef atau staff restoran secara eksklusif.


Pengalaman bersantap makanan bergaya masak ala Chef Hibachi Teppanyaki tampak sangat khas dan atraktif banget, Para tamu biasanya duduk mengelilingi meja yang dapat memuat hingga 10 orang. Di sini, mereka bisa menyaksikan langsung bagaimana chef memasak makanan mereka tetap di depan mata tamu restoran tersebut.


Chef Hibachi Teppanyaki melakukan trik yang memukau seperti membuat atraksi gunung berapi dari irisan bawang Bombay (onion) yang ikonik,atraksi juggling spatula, juggling meat fork, juggling egg, juggling knife hingga melakukan show of fire yang heboh banget. Atraksi seru ini sangat disukai pengunjung restoran!


Oleh karena itu dalam gelaran skill training kali ini, Chef Thomas bersama asistennya juga antusias mengenalkan dasar-dasar masak ala Chef Hibachi Teppanyaki kepada mahasiswa Culinary Art Exclusive Class Tristar Samator, mulai dari mahasiswa A Class, B Class hingga mahasiswa C Class.


Gayung pun bersambut. Mahasiswa pun tampil all out mengikuti gelaran skill training bertajuk Basic Practices Hibachi Teppanyaki with Chef Thomas Denny dan asistennya Chef Leonardus Dimas Swastiko Aditya, yang akrab disapa Chef Dimas (mahasiswa Tristar Group lulusan tahun 2019).


Pada pertemuan hari pertama, Chef Thomas, mahasiswa Culinary Art Exclusive B Class Tristar Samator fokus latihan Juggling Attration dengan menggunakan spatula, meat fork (garpu) dan egg (telur) atau bisa juga menggunakan jeruk nipis sebagai pengganti telur utuh.


Setiap individu mahasiswa dilatih bagaimana memainkan spatula dan meat fork di meja masak yang sudah ditutup dengan kertas karton bekas. Sebelumnya, baik Chef Thomas maupun Chef Dimas memberikan contoh bagaimana memainkan spatula dan meat fork (juggling attraction) yang benar di hadapan mahasiswa.


Untuk bisa trampil memainkan Juggling Spatula dan Juggling Meat Fork tidak cukup belajar 2-3 jam di kitchen kampus, tapi perlu Anda imbangi dengan latihan serupa di rumah seperti yang diajarkan Chef Thomas agar tangan menjadi lebih terbiasa dan lentur (tidak kaku) saat atraksi dilakukan.


Hal sama juga ditunjukkan Chef Dimas saat membimbing mahasiswa Culinary Art Exclusive B Class Tristar Samator all out belajar Juggling Attraction di Kitchen Modern Sky Suites SOHO-The Samator Surabaya.


Saat mendampingi Chef Thomas, Chef Dimas pun tampak telaten memandu setiap individu mahasiswa bagaimana memainkan Juggling Spatula, Juggling Meat Fork dan Juggling Egg yang benar dari level basic (pemula) agar nantinya bisa semakin trampil.


Sekitar 1,5 jam, mahasiswa Culinary Art Exclusive B Class memainkan spatula dan meat fork secara individual di Hot Kitchen Tristar Samator. Giliran selanjutnya mahasiswa diajak praktik langsung di Japanese BBQ Grill (meja kerja Chef Hibachi Teppanyaki) yang sesungguhnya di lobi Kampus Tristar Samator.


Di meja tersebut, setiap individu mahasiswa kembali diajarkan bagaimana memainkan Juggling Spatula, Juggling Meat Fork dan Juggling Egg, seperti layaknya gaya Chef Hibachi Teppanyaki di Jepang dan Amerika Serikat. Durasi praktik di depan Japanese BBQ Grill sekitar 1,5 jam juga. Sesudahnya mahasiswa dipersilakan untuk belajar sendiri secara mandiri bersama rekannya yang lain.


Sebagai informasi, pihak kampus bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Tristar Group melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menggelar skill training bertajuk Basic Training Chef Hibachi Teppanyaki. Pelatihan ini baru dimulai awal September 2026 dengan biaya Rp 150.000 per mahasiswa.


Mereka mengikuti pelatihan ini dalam enam kali pertemuan di Kampus Tristar Samator dan dilatih langsung oleh Master Chef of Hibachi Teppanyaki, Chef Thomas Denny. Hingga pekan terakhir Agustus 2026, telah mendaftar sebanyak 27 mahasiswa,


”Mereka yang mendaftar adalah mahasiswa Culinary Art Exclusive Class Tristar Samator dan mahasiswa Culinary Art Reguler Class Akpar Majapahit (Tristar Jemursari). Selain membidik mahasiswa, kami juga membuka kelas umum,” ujar Chef Thomas. Amazing banget. Good jobs! Chef …


Jika Anda tertarik dengan program baru Hibachi Chef Training Program (HCTP) di bawah payung Tristar Culinary Institute (member of Tristar Group), segera merapat ke Kampus Graha Tristar, Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, silakan Anda menghubungi Telp. (031) 8433224-25, 8480823, Faksilimi (031) 8432050, atau Kursusan Tristar (08123450 6352) melalui WA (mbak Uya), sekarang juga. (ahn)

 






















Tidak ada komentar:

Posting Komentar