twitter
S1 Teknologi Pangan

Culinary - Patisserie - Culinology - Molecular Gastronomy.



Food Technology.

Tristar Institute - Jemursari 244 - Surabaya

Info: 081234506426 - 081233752227.

Pages

Jumat, 22 Januari 2021

Melihat Aksi Mahasiswa Akpar Majapahit Praktik Masak Indonesian Cuisines


Nasi Gurih, Opor Ayam dan Ketupat, Menu Favorit yang Diajarkan kepada Mahasiswa Culinary Art Class

 

DOSEN Pengajar Culinary Art Akpar Majapahit, Chef Ari Purwantoro, membekali anak didiknya tiga menu favorit masakan Indonesian Cuisines, yakni Nasi Gurih, Opor Ayam dan Ketupat yang sedap rasanya, di Laboratoroium Praktik Culinary Lantai 3 Graha Tristar Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Rabu (20/01/2021) siang.

 

Sebelum praktik masak pada hari kedua tersebut, Chef Ari menerangkan bahan apa saja yang dibutuhkan untuk masak menu pertama, Nasi Gurih. Untuk membuat Nasi Gurih yang aromanya harum dan enak rasanya, maka bahannya adalah rice, coconut milk dengan ditambahkan bumbu (spices)-nya berupa lemon grass, salam leaf dan salt.

 

Teknik membuat Nasi Gurih, lanjut Dosen Pengajar Culinart Art Akpar Majapahit itu, beras yang sudah dibersihkan dimasak hingga setengah matang baru di-uleni dengan coconut milk.berikut bumbunya yang terdiri dari lemon grass, salam leaf dan salt.

 

Setelah nasi setengah matang itu dibumbui sampai merata, lalu dikukus lagi hingga matang (sekitar 30 menitan), yang ditandai dengan keluarnya aroma harum dan gurih, maka Nasi Gurih tersebut baru diangkat.

 

Sementara itu untuk menu kedua, mahasiswa diminta menyiapkan bahan berikut bumbunya demi masak Opor Ayam yang lezat, yakni whole chicken, coconut, shallot, garlic, candlenut, corriander, cumin, pepper, galangal, salam leaf, lemon grass, white sugar dan salt.

 

Caranya, ayam utuh yang sudah dibersihkan bulu dan isinya, dipotong menjadi 8-10 bagian, kemudian dimasak hingga dagingnya empuk, sedang kaldunya dimanfaatkan sebagai campuran bersama coconut milk dan bumbu Opor Ayam yang sudah dihaluskan, lalu dimasak hingga kuahnya reduce tinggal 25 persennya saja.

 

Sementara itu untuk membuat Ketupat, mahasiswa menyiapkan young coconut leaf (jamur) dan rice. Daun kelapa muda dirangkai sedemikian rupa menjadi bentuk Ketupat, sekaligus sebagai tempat beras yang sudah dicuci lebih dulu.

 

Namun demi menyingkat waktu dan tentunya tanpa harus repor-repot membuat sendiri, di pasar-pasar tradisional dijual selongsong Ketupat, sehingga bisa dimanfaatkan langsung untuk memasak Ketupat, tanpa takut gagal.

 

Untjuk memnbuatnya, beras (plus sedikit garam) yang sudah dimasukkan ke dalam selongsong Ketupat itu (volume selongsong Ketupat yang diisi beras sekitar 60 persennya saja), baru kemudian direbus (melalui proses perebusan) hingga masak sempurna. Untuk hasil yang terbaik.

 

’’Ketupat yang sudah direbus selama kurang lebih tiga jam, kemudian diangkat untuk didinginkan dan digantung di atas kompor untuk diangin-anginkan agar Ketupat-nya tidak lembek dan tidak terlalu keras,” ujar Chef Ari Purwantoro kepada kru www.sekolahmasak.info di ruang kerjanya, kemarin.

 

Sementara itu sebagai warisan budaya kuliner Nusantara, tiga menu masakan Indonesian Cuisines tersebut cukup populer di Jatim dan Jateng, Tak salah jika masakan khas dari daerah Jatim dan Jateng tersebut juga diapresiasi oleh pihak akademik dan diajarkan kepada mahasiswa Culinary Art Class Akpar Majapahit (Tristar Group).

 

Anda tertarik dengan kegiatan mahasiswa Culinary Art Class Akpar Majapahit terakreditasi A. dan ingin bergabung menjadi mahasiswa Akpar Majapahit (Tristar Group), silakan datang ke Graha Tristar Jl. Raya Jemursari No 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 081 330 350 822, 0812 3375 2227 (WA) atau 0813 5786 6283 (WA), sekarang juga. (ahn)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar